oleh

Sengketa Lahan Tanah, Rubi Siap Perjuangkan Warga Labi Labi

COGANEWS.COM | Palembang- Atas permintaan dari salah satu seorang yang mengaku memiliki lahan tanah seluas 24 Hektare, meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) turun lansung ke lapangan, di Jalan Sembaja Ujung Kelurahan Alang Alang Lebar  untuk mengecek tanah yang ia klaim.

Pasalnya ratusan masyarakat yang berdomisili di Daerah Labi – labi menduduki lahan tersebut untuk bercocok tanam yang mana tanah tersebut mereka anggap terlantar puluhan tahun dan tidak bertuan.

Waraga Labi Labi yang menduduki lahan sengketa

Menurut Afriansyah petugas ukur BPN, bahwa tanah tersebut sudah ada NIB salah satu pemiliknya saudara (Sukur-red). Diatas lahan ini sudah ada sertifikat. “Kalau masyrakat numpang berkebun pemilik belum memberikan izin berkebun. Pemilik sudah melaporkan hal ini ke Polresta melalui pengacaranya,” jelasnya kepada masyarakat di lokasi, Senin (06/01/2020)

Ia menjelaskan bahwa di atas lokasi tanah ini ada sekitar 17 sertifikat. Kalau ada tanah terlantar silahkan ke pengadilan. “Kalau ada masyarakat yang mengaku ada tanahnya di lokasi ini silahkan bawa surat nya ke kantor lurah atau kecamatan. Kalau mau mediasi seharusnya ada koordinator,” tegas Afriansyah.

Selaku juru bicara mewakili dari masyarakat, Rubi Indiarta mengatakan bahwa Negara kita berdasarkan Undang-Undang. “UU mengatur bahwa kehidupan masyarakat ini dijamin oleh negara. Di negara ini wajib menyediakan tempat apabila tempat tersebut tidak digunakan oleh orang lain, yang kedua kami belum tahu ini punya siapa kalau bapak tiba tiba mengatakan ini punya si anu, tapi orangnya tidak ada itu meragukan kalau orangnya tidak ada di sini, lantas mengaku memilik lahan ini,” ujar Rubi.

Ia menjelaskan dihadapan masyarakat dan tim kelurahan serta pihak BPN bahwa kewajiban pemerintah khususnya pihak kelurahan seharusnya mendata, membina masyarakat yang miskin di kecamatan ini.

“Kalau ini tanah mereka silahkan mediasi, jangan ujub ujub datang gusur mebawa alat dan minta pengawalan aparat, kita bisa cek bersama. Kami siap angkat kaki dari sini kalau ini memeng punya dia (pemilik-red) jangan nanti surat mencari tanah,” ucap Rubi

Nurlela (58) seorang warga yang berdomilsili di dareah Labi Labi mengaku. “Harapan aku dengan pemerintah kota aku nak bekebon disini, idak makan isi makan pucuk bae jadilah (makan hasil) dari tanaman. Tapi kan seluruhnya kami tidak bakal menyerahkan dengan siapapun, kami punya dasar. Maklum lah pak laki aku lah tuo gawe bangunan dak biso lagi, harapan nak hidup disinilah,” ujar Nurlela.

Tim koordinasi masyarakat selain Rubi Indiarta ketua Jams hadir juga dii lokasi Ruben Alkatiri ketua NCW di dampingii Yan Coga ketua Garda Api dan Adi Bgp ketua AP3 mereka siap membelah masyarakat Labi-Labi

@Nopri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya