Coganews.co.id | Palembang – Acara pembukaan Sosialisasi Naskah Kuno Komering-Sumsel dengan tema “Menggali Potensi Naskah Kuno Sumatera Selatan dalam rangka Penguatan Jati Diri Bangsa” di gelar di Ruang Mahameru Lantai II Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (28/10/2020).
Acara ini mengenalkan kembali warisan leluhur Sumatera Selatan khususnya naskah kuno komering Ilir.
Sosialisasi naskah kuno komering ini merupakan program kementrian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia, dan yang memfasilitasi bidang kebudayaan tahap kedua, dengan mengkaji potensi yang tersirat dalam naskah kuno komering Ilir tentang keberadaban para leluhur dimasa lalu.
Dengan mengundang 50 peserta dari berbagai kampus di Sumatra Selatan yang berasal dari daerah Komering Ilir mengikuti sosialisasi naskah kuno Ogan Komering Ilir tersebut.
M. Awaluddin Al Kirom ketua pelaksana acara yang berharap anak anak muda, khususnya kaum Milenial lebih mengenal naskah kuno.
Karena terkandung potensi yang diambil bukan hanya sekedar suatu yang di Keramatkan.
“Kita sebagai anak muda lebih mengenal tentang naskah kuno karena didalam naskah ini terdapat rekam jejak peradaban para leluhur,” bebernya.
Muhammad Daud Bengkulah peraih fasilitasi kebudayaan tahap II 2020 kementerian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia. Menurutnya pemilihan naskah kuno Ogan Komering Ilir sebagai bahan pembahasan, dirinya akui bahwa memiliki data datanya dan juga telah digitalisasi dan tinggal di terjemahkan.
“Dari keseluruhan yang telah ditemukan dan digitalisasi olehnya berjumlah 1090 naskah dari berbagai bentuk rupa, dari naskah yang di tulis di atas kulit kayu, bilah bambu dan yang terbanyak naskah yang di temui naskah yang ditulis di kertas Eropa”
“Yang hingga saat ini belum keseluruhan diterjemahkan karena penggunaan bahasa Melayu kuno dan juga banyak kondisi fisik dari naskah tersebut yang telah sedikit rusak menjadi kendala dalam penerjemahannya.
“Harapannya tentu generasi Milenial lebih dekat dengan yang berbau kuno dan tentu program pemerintah ini tepat sasaran ke generasi Milenial, seperti harapan presiden bahwa masyarakat Indonesia ini tidak lupa dengan jati dirinya,” ujar Muhamad Daud Bengkulah.
Dengan mengundang langsung pemilik dari naskah naskah kuno dan para ahli di bidang sastra, Muhammad Daud Bengkulah menambahkan terkait dengan sosialisasi naskah kuno Ogan komering Ilir, salah satunya yang menjadi pembahasan. Kepada kami Muhammad Daud Bengkulah menuturkan.
“Banyak sekali dari naskah tersebut yang bisa dipelajari salah satunya tentang keagamaan contohnya yang disebutkan oleh pembicara tentang Isra mi’raj karya Alfa Imbani, ulama besar Palembang abad ke-18 yang hanya ditemui di manuskrip naskah kuno Ogan Komering Ilir dan belum ditemukan di tempat lain”
Nyimas umi Kalsum , dosen filologi adab humaniora UIN Raden Fatah Palembang yang di pilih menjadi keno speaking dalam sosialisasi tersebut menerangkan salah satu syair naskah kuno yang cukup terkenal salah satu nya perang Menteng yang terjadi dari abad ke-18 hingga abad ke-19.
melalui naskah yang dirinya pernah pelajari. Bahwa ketaatan agama masyarakat Palembang yang sangat luar biasa yang dia jelaskan banyak kajian yang bisa di pelajari misalnya tentang history grafi perang, jenis syair yang di gunakan dan banyak hal lagi yang dapat digali.
“Palembang ini melimpah ruah naskah kita yang belum terjamah, jadi jangan bilang sudah tidak ada lagi objek yang dapat di kaji,” ungkapnya.
Ahmad Rapanie Igama Budanyawan dari dinas kebudayaan dan pariwisata yang juga penerima anugerah kebudayaan kategori pelestari 2016, yang menekuni naskah naskah Ulu dari aksara kaganga di Sumatra Selatan.
“Hadir mewakili pemerintah provinsi sumatra selatan, ia menuturkan bahwa pengkajian naskah kuno sangatlah penting sebagai peninggalan sejarah dalam kemajuan suatu negara dan penguatan identitas jati diri sebuah bangsa.”
“Naskah naskah kuno ini memiliki pemikiran pemikiran masa lalu masyarakat Sumatera Selatan, dengan menggali nilai-nilai budaya yang ada di dalam naskah tersebut, guna memperkuat jati diri bangsa” pungkasnya.(Niken)
