Site icon Informasi Terkini Berita Sumsel

Pesan Apa? Aneka Bencana Indonesia di Awal Tahun 2021

Oleh: Dandi Nazor (CEO Sinergi Institute, Sekjen HPP Muratara, Founder Forum Kito Pacak)

Belum tuntas dari tekanan mahadahsyat pandemi Covid-19, kini di negeri Pertiwi datang bencana dan musibah silih berganti serta menelan korban jiwa, harta, benda serta menyisakan duka yang teramat mendalam.

Didahului dengan tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, disusul jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu Jakarta, ditambah banjir di Sumatera Barat, banjir di Kalimantan Selatan, banjir di Kalimantan Barat, selanjutnya gempa bumi di Sulawesi Barat, hingga meletusnya Gunung Semeru di Jawa Timur.

Bencana longsor dahsyat yang datang di hari Sabtu (9/1) terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyebut, bencana longsor yang terjadi di Sumedang di luar perkiraan Pemerintah.

Pada hari yang sama dengan kejadian longsor di Sumedang, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Ini menjadi atensi duka semua. Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri atas 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Gayung bersambut, pada Jumat (15/1)
bencana banjir melanda hampir seluruh wilayah di Kalimantan Selatan akibat tingginya intensitas hujan deras yang mengguyur daerah itu.

Berdekatan dengan banjir di Kalsel, wilayah Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat juga diguncang gempa pada Kamis (14/1) dan Jumat (15/1). Kantor Gubernur Sulbar pun ambruk rata.

Gempa pertama berkekuatan 5,9 terjadi pada Kamis pukul 14.35 WITA dan gempa susulan dengan 6,2 M terjad pada Jumat pukul 02.28 WITA. Mengerikan, tapi harus tetap tegar!

Tak lama dari fenomena itu, letusan Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur pada Sabtu sore (16/1).

Semua elemen bangsa pasti tengah bergerak dan bertanya-tanya ada apa dengan negeri ini?

Kita harus melihat dan menyelami setiap gelayutan fenomena ini secara komprehensif dari sudut pandang ilmiah, empiris dan mau tidak mau juga dari sudut pandang agamis.

Pihak Kementerian yang terkait, BMKG, BNPB, menjadi patokan sekaligus bertanggung jawab atas setiap kejadian ini. Namun lebih dari itu para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda harus melakukan kajian-kajian mengapa ini bisa terjadi bahkan sampai sedemikian rupa.

Ayolah, kita ambil hikmah atas ayat kauniah-Nya ini. Kita sedang tidak baik-baik saja.

Iqra, dekatkan diri dengan Sang Pencipta Alam dan Seisinya. Ayo jaga keseimbangan diri, jangan bertingkah laku yang berlebih-lebihan!

Bencana alam ini berhamburan ditengah degradasi moral anak bangsa, bahkan sampai ke desa-desa.

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menyadari ini dari semua perspektif.

Duka ini duka bersama. Kita semua harus bergerak bertindak dan berdampak.

Do’a yang terbaik untuk Indonesia kita semua.

Exit mobile version