Site icon Informasi Terkini Berita Sumsel

Presiden: Generasi Millenial Salah Satu Prioritas Nasabah Bank Syariah Indonesia

Coganews.co.id | Jakarta – Tiga Bank Syariah BUMN diantaranya PT BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) dan PT Bank Mandiri Syariah (BMS) resmi merger menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hari ini, Senin (1/2).

Bank merger ini akan hadir menjadi bank syariah terbesar di tanah air dan menjadi milestone harapan baru bagi bangkit nya ekonomi umat ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Presiden Jokowi pun memberikan empat pesan penting yang menjadi harapannya kepada BSI.

Pertama, Jokowi berharap BSI bisa menjadi bank syariah yang universal atau inklusif, yang menyambut naik siapa pun yang ingin menjadi nasabah.

“Jadi jangan berpikir Bank Syariah Indonesia ini hanya untuk umat muslim saja ya. Non-muslim pun juga harus diterima dan disambut baik menjadi nasabah,” kata Jokowi dalam acara peresmian yang disiarkan lewat akun YouTube SetPres (01/02/2021).

Kedua, BSI harus memaksimalkan penggunaan teknologi digital, agar bisa menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan.

Ketiga, Bank Syariah Indonesia harus bisa menarik minat generasi milenial untuk menjadi nasabah.

“Karena jumlah generasi muda milenial Indonesia saat ini mencapai 25,87% dari total 270 juta penduduk. Ini jumlah yang sangat besar, ” ucap Jokowi.

Terakhir, Jokowi ingin BSI ini bisa memenuhi kebutuhan berbagai segmen konsumen. Mulai dari ritel, UMKM, sampai korporasi. Serta mampu memfasilitasi nasabah agar cepat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi negara.

BSI memang menjadi salah instrumen yang Alan diandalkan pemerintah, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Per Desember 2020, gabungan dari tiga bank Syariah BUMN ini memiliki total aset Rp 240 triliun, total pembiayaan Rp 157 triliun, total dana pihak ketiga mencapai Rp 210 triliun, serta total modal inti sebesar Rp 22,6 triliun rupiah.

BSI juga memiliki lebih dari 1200 kantor cabang dan 20 ribu karyawan di seluruh Indonesia. (D1)

Exit mobile version