COGANEWS.CO.ID | MURATARA,- Aliansi Angkutan Batu Bara 200 orang para sopir pengakut batu bara mengadakan Demo ke kantor DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (27/6).
Setelah beberapa menit melakukan aksi demo didepan kantor DPRD Muratara, para sopir pengangkut batu bara diterima langsung ketua DPRD Muratara, Efriyansyah untuk melakukan mediasi, atas keluhan para sopir pengangkut batu bara tersebut.
Ketua DPRD Muratara, Efriyansyah mengatakan kita melakukan mediasi ini untuk mencari solusi terbaik apa yang menjadi keluhan para sopir angkutan batu bara, agar solusi yang diambil Sama-sama diuntungkan, tenaga kerja bisa terserap. Saya selaku DPRD Muratar akan menampung aspirasi kawan-kawan sopir.
“Diakui Efri merasa binggung atas aksi hari ini dari mana kawan- kawan sopir pengangkut Batu bara ini mendapatkan isu bahwa kami dari DPRD Muratara akan melakukan penutupan pengakutan batu bara tersebut,” Jelas Efri.
Ketua DPRD Kabupaten Muratara Efriansyah (baju putih) saat berdialog dengan perwakilan Aliansi Angkutan batu Bara . (Foto : Aan)
Selanjutnya . “Tidak ada hak kami dewan, untuk melakukan penutupan itu, yang penting pada saat mobil batu bara melakukan pengakutan kondisi jalan bagus, tidak berdebu. Kalau bisa diaspal atau di rigit beton. Perusahaan harus bantu pembangunan jalan,” ungkap efri.
Efri juga berpesan kepada Perusahaan janganlah sewena-wena dalam teknis pengangkutan batu bara, tidak ada sedikitpun dari kami untuk nutup itu, karena kita tau para sopir hidup dan mencari napkaj dari sana. Nah apabila Jalan rusak kita minta pihak perusahaan tolong dibenahi Kalau sekedar isu di Facebook, itu jangan didengar jangan cepat termakan isu.
Ratusan Sopir Angkutan Batu Bara unjuk Rasa ke DPRD Muratara. (Foto : Aan)
Ahmad Tarmizi, Perwakilan Aliansi Sopir Angkutan batu bara, mengatakan berdasarkan isu bahwa pengakutan batu bara desa Simpang Nibung akan ditutup,mangka kami atas nama sopir angkutan batu bara, hari ini mendatangi kantor DPRD Muratara untuk minta penjelasan.
” Kami dari sopir angkut batu dari PT. Tri Aryani menuju desa Simpang Nibung meminta kepada DPRD Muratara jangan sampai menutup pengakutan batu bara ini seharusnya mendukung penuh atas perkerjaan banyak masyarakat, atas beroperasinya pengangkutan batu bara tersebut, karena dari hasil itu lah kami memenuhi kehidupan kami, baik untuk makan maupun untuk menyekolahkan anak,” jelas Tarmizi.
Lanjutnya Perlu diketahui, pengakutan batu bara tersebut sudah berjalan selama 1 tahun, kita juga sudah bekerja disana sudah hampir 1 tahun, selain itu setelah berjalannya pengakutan batu bara banyak warung kecil bisa dibantu , serta hampir 400 para sopir sudah bekerja, semua kendaraan asli milik masyarakat Kabupaten Muratara.
Sementara itu, Hendra yang juga pengakut sopir batu bara menambahkan ketika ada tambang pengakutan batu bara dibuka melalui PT. Tri Aryani Rawas Ilir, ke Desa simpang Nibung, ini merupakan kabar gembira bagi kami para sopir untuk mencari ujarnya.
“Nah, diperkirakan 400 orang dan 400 unit armada mobil truk sudah berkerja disana, maka dari itu kami memohon dan minta DPRD Muratara mendukung agar pemerintah Kabupaten maupun provinsi untuk tidak melakukan penutup angkutan batu bara di desa Simpang Nibung, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dalam menghidupkan keluarga,” Kata Hendra.
Selain itu, banyak sekali dampak positifnya setelah dibukanya jalan pengakut batu bara, mulai dari Desa simpng Nibung banyak warga membuat usaha baru, londri, bengkel, soal debu dan jalan rusak. Ini bukan alasan untuk dilakukan penutupan. Jalan seluruh nya terus diperbaiki oleh pihak perusahaan apabila ada kerusakan. Cetusnya . Diahirinya (AJR)
