COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Pihak RSUD Rupit beri Keterangan sebenarnya Terkait viralnya di Sosial Media (Sosmed) diakun FB soal ibu saat melahirkan bayi diduga patah tangan yang proses kelahirannya di RSUD Rupit Muratara pada hari Rabu (22/2/23)
” Itu sudah disetujui oleh pihak keluarga “. Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Rupit, Kabupaten Muratara, dr. Ladonna Sianturi.
Dona menuturkan kepada media coganews.co.id bahwa Ibu itu datang dengan keadaan hampir bukaan lengkap, lalu pasien di pindahkan ke ruang persalinan untuk dilahirkan secara normal.
“nah, ketika saat proses persalinan bahu bayi tersangkut dipanggul keadaan ini disebut distosia bahu” Paparnya
Direktur menjelaskan “Distosia Bahu” adalah kondisi penyulit kehamilan yang tidak dapat di prediksi, jadi saat terjadi distosia bahu jika bayi lambat dilahirkan bisa meninggal di jalan lahir, dan keadaan ini sangat memungkinkan cidera pada bayi saat lahir, dan terjadi cidera seperti patah tangan pada bayi, ditambah kondisi si ibu memang kurang baik saat mengedan (Mengejan), jelas Ladonna, kepada wartawan.
Dilanjutkan, jadi perawat diruangan sudah melapor ke dokter anak dan dokter bedah, jadi sehubungan lahir di hari Minggu, dokter visite masuknya di hari senin. Nah Saat dokter visite masuk dikatakannya pasien bisa di rawat di RSUD Rupit,nanti dipasang gif pada hari selasa.turur Ladonna.
dokter hari Senin, mungkin keluarga menerima masukan dari keluarga, jadi Selasa pagi pasien minta dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Lubuklinggau,tapi karena ini sistem rujukan terintergrasi kita harus menunggu dulu, nah karena tidak kunjung dirujuk keluarga mungkin marah, jadi kita minta bantuan dokter kita untuk bantu ke RS Ar-bunda, Alhamdulillah jam 9 pasien dapat tempat di RS Ar – bunda
“Jadi awalnya ini pik, minta dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Lubuk linggau, tapi karena sistem BPJS disana belum respon, kita alihkan ke RS Ar-Bunda, dibantu dokter anak kita kebetulan ada disana, jadi proses dipercepat.
Alhamdulillah kemarin kita sudah menjenguk pasien di RS. Ar- Bunda, kami mengajak bicara dari hati ke hati, meluruskan keadaan terlepas dari apapun kami atas nama direktur RSUD Rupit kemarin datang kesana meminta maaf kepada keluarga pasien. Tegas Ladonna. (Aan)
