*_Bismillahirrahmanirrahim_*
_Eskatologi, atau studi tentang akhir zaman, telah menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang sepanjang sejarah. Dalam tradisi Islam, eskatologi memainkan peran penting dalam memahami peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebelum akhir zaman_.
_Salah satu aspek yang paling menarik dalam eskatologi Islam adalah duel antara Al-Masih (Nabi Isa) dan Dajjal, sosok palsu yang akan muncul di akhir zaman. Dalam artikel sederhana ini, kita akan membahas tentang duel ini dan signifikansinya dalam perspektif eskatologis Islam_
_Al-Masih Isa dan Al-Masih Dajjal adalah sosok dua tokoh yang disebut dalam Eskatologi Islam memiliki peran dan misi yang kontras._ _Al-Masih Isa atau Nabi Isa adalah seorang Nabi dan Rasul yang akan turun kembali menjelang kiamat untuk menimpas Dajjal dan menegakkan kembali “Syariat Islam”_
_Sementara Al-Masih Dajjal adalah tokoh yang akan muncul denvan peran dan misi sebsgai sosok, figur yang mengesatkan dan akan membawa fitnah besar_
_Al-Masih Isa atau Nabi Isa, sebagai sosok yang benar. Beliau membawa petunjuk bukan pembohong atau pendusta. Dia turun kembali menjelang Kiamat._
*_Misi utama Nabi Isa_*
_Nabi Isa Al-Masih untuk membunuh Dajjal. Menegakkan Syariat Islam, menjadi Hakim dan Imam yang Adil._
_Al-Masih Dajjal sosok yang sesat dan menyesatkan, membawa fitnah dan kebohongan dan huru- hara, menipu dan menyebar luaskan kesesatan. Dajjal meniru mikjizat-mukjizat Nsbi Isa dengan bantuan Setan._
_Julukan Al-Masih pada Nabi Isa memiki makna “yang membawa berkah”_. _Sementara julukan Al-Masih pada Dajjal mengandung arti “yang dihapus” atau “yang buruk bentuknya”_
*_Perbedaannya keduanya_*
_terletak pada peran dan pengaruh mereka. Al-Masih Isa sebagai sosok pembawa petunjuk dan keberkahan. Sedangkan Al-Masih Dajjal sebagai sosok pembohong besar dan pembawa kesesatan dan fitnah_
_Isa Al-Masih refresentasi Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang terus digaungkan sepanjang umur dunia hingga akhir zaman. Da’wah Nabi Muhammad SAW masih menyisahkan kaum yang belum beriman dan tersesat. Di Akhir zaman Kebenaran itu akan divisuakisasikan melalui misi suci Nabi Isa Al-Masih_
_Dajjal, al-Masih palsu dengan keangkuhan dan kesombongannya menda’wakan dirinya bahwa ia mengaku adalah Tuhan yang harus ditaati dan diikuti, Dajjal sebagsi refresentasi puncak kemunkaran di muka bumi, dajjal pun dibacking oleh Iblis laknatullah. Jika ingin selamat, dari episode huru hara akhir zaman maka haruslah mengikuti da’wahnya Nabi Isa. Pertempuran ini akan ditutup dan diselesaikan duel Al-Masih ini. Sudah pasti yang tampil sebagai pemenang adalah Isa Al-Masih_
*_Nama Nabi Isa_*
_Disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 55 kali, dengan rincian : 21 kali disebut dengan nama Isa, 11 kali disebut sebagai Al-Masih, dan 23 kali disebut sebagai Ibnu Maryam (Putra Maryam)._
_Kedatangan Nabi Isa turun ke Bumi untuk menghabisi Dajjal laknallah. Sementara itu dalam Al-Qur’an dijelaskan, surat An-Nisa ayat 157-159:_
_”Dan karena ucapan mereka:”Sesunguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Putra Maryam, Rasulullah”, pada hal mereka mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-ora ng yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu.Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu.Kecuali mengikuti prasangka belaka.Mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.Tetapi yang sebenarnya Allah tetah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.Tidak ada seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadamya (Isa) sebelum kematiannya.Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka”_ _(QS. A-Nisa : 157-159)_
_Sementara nama *Dajjal* tidak disebut secara jelas dan explisit dalam Al-Qur’an. Nama Dajjal terlalu hina bagi Allah SWT._
_Fitnah Dajjal yang begitu mengerikan. Dan keberadaannya sebagai ancaman bagi umat manusia.Ibnu Umar RA berkata:_
_”Kemudian Nabi SAW berdiri di hadapan manusia, lalu memuji Allah SWT Dia satu-satunya yang paling berhak dipuji, kemudian beliau menyebutkan masalah Ad-Dajjal dan bersabda;_
_”Sungguh aku mengingatkan kalian tentangnya, dan tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah mengingatkan kaum itu tentang Dajjal itu. Sungguh Nabi Nuh telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentanya. Para Nabi sebelumku belum pernah mengatakannya yaitu, ‘bahwa ad-Dajjal itu a’war (buta sebelah matanya) dan sesungguhnya Allah SWT tidaklah buta sebelah’ (HR.Bukhari No.2829)_
_Fitnah besar sebagai ujian umat manusia. Nabi SAW bersabda:_
_”Tidak ada fitnah yang lebih besar sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal” (HR. Muslim, No.2946)_
_Rasulullah memberikan petunjuk yang sangat strategis adalah, untuk membaca dan menghafal sepuluh (10) ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai alat, tameng menghadapi fitnah Dajjal_
_Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam jumat, maka Allah akan meneranginya dengan cahaya antara dirinya dengan Ka’bah”. _( HR. Al-Darimi, 3407, Al-Baihaqi, 2797 disahihkan oleh Al-Bani, Shahih al-Jami’ 6470)_
*_Keterbatasan rasionalisme_*
_Rasionalisme dan humanisme barat tidak mampu memahami teks-teks wahyu, justru mereka berargumentasi bahwa Islam harus diadaptasikan dengan nilai- nilai modern seperti demokrasi,HAM dan sains modern_
_Mereka mencemooh istilah seperti mitos, takhayul. dan menolak hal-hal yang tidak dapat diterangkan secara empiris seperti konsep Nur Ilahi ketika berhadapan dengan pemahaman literal-Eskatologis, Fitnah Dajjal atau relasi antara surat al-Kahfi dengan realitas akhir zaman_
_Apakah rasionalisme mampu menjelaskan problem umat hari ini ?. Apakah dengan logika semata kita dapat memahami, mengapa QS.Al-Kahfi menjadi pelindung dari fitnah dajjal ?_
*_Ibnu Khaldun_* _Dalam”Mukaddimah” (1377), hlm.86 (Edisi Rosental, 1958), dengan sangat tajam menyatakan:_
_”The rational sciences are but small portion of knowledge, and there are many matters in religion which the intellect cannot comprehend, one must accept them through submission”_
_(Ilmu-ilmu rasional hanyalah sebagian kecil dari pengetahuan, dan ada banyak perkara dalam agama yang tidak dapat dipahami oleh akal, seseorang harus menerima dengan tunduk)_
_Statemen ini menghajar dan menohok Islam rasional yang terkungkung pada batasan rasio_.
*_Al-Masih dalam Perspektif Islam_*
_Al-Masih, atau Nabi Isa, adalah salah satu nabi yang paling penting dalam Islam. Dalam Al-Quran, Nabi Isa disebutkan sebagai nabi yang diutus kepada Bani Israil (QS 3:45). Nabi Isa dikenal karena kemampuannya menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati (QS 5:110). Dalam eskatologi Islam, Nabi Isa dipercaya akan turun kembali ke bumi sebelum akhir zaman untuk memerangi Dajjal dan memulihkan keadilan_
*_Dajjal: Sosok Palsu di Akhir Zaman_*
_Dajjal adalah sosok palsu yang akan muncul di akhir zaman, mengaku sebagai Tuhan atau nabi. Dalam hadits, Dajjal digambarkan sebagai sosok yang memiliki kemampuan supernatural, seperti menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati (HR Muslim). Namun, kemampuan ini hanya ilusi dengan tujuan untuk menyesatkan manusia. Dajjal akan membawa fitnah besar bagi umat manusia, dan hanya orang-orang yang beriman yang akan dapat mengenali tipu dayanya_
*_Duel Al-Masih dan Dajjal: Analisis Eskatologis_*
_Duel antara Isa Al-Masih dan Dajjal merupakan peristiwa penting dalam eskatologi Islam. Dalam pertarungan ini, Al-Masih akan memerangi Dajjal dan mengalahkan kebohongannya. Pertarungan ini bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang kebenaran dan kebohongan. Al-Masih akan memulihkan keadilan dan kebenaran, sedangkan Dajjal akan membawa kesesatan dan kebohongan_
*_Signifikansi Duel Al-Masih dan Dajjal_*
_Duel Al-Masih dan Dajjal memiliki signifikansi yang besar dalam perspektif eskatologis Islam. Pertarungan ini menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang atas kebohongan, dan bahwa Allah akan selalu melindungi umat-Nya Duel ini juga menunjukkan pentingnya beriman dan waspada terhadap fitnah yang akan datang di akhir zaman_
*_Penutup_*
_Duel Al-Masih dan Dajjal merupakan peristiwa penting dalam eskatologi Islam. Pertarungan ini menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang atas keculasan dan kebohongan, bahwa Allah akan selalu melindungi hamba-Nya. Oleh karena itu, umat Islam harus selalu waspada dan beriman dalam menghadapi fitnah akhir zaman yang akan muncul._
_Rasulullah SAW mengingatkan kepada umatnya, melalui sabdanya dalam bentuk do’a dan sangat dianjurkan dibaca pada waktu shalat setelah tahiyat akhir :_
*اللهم اني اعوذبك من عذاب القبر ومن عذاب االنار ومن فتنه المحيا والممات ومن فتنه المسيح الدجال*
*_”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, fitnah kehidupan dan kematian, dan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal_*.
_(HR. Bukhori-Muslim)_
_Dengan rajin dan sering membaca do’a terbaca di atas, Insya Allah kita aman dan terhindar dari huru-hara dahsyat akhir zaman_
والله اعلم بالصواب
_C090525,Tabik🙏_
