Coganews.co.id | Batu Gajah – Tidak ada yang paling berjasa, semuanya berjasa. Tidak ada yang paling diutamakan semuanya diutamakan. Demikian petikan pernyataan bergelora Dr. H. Marzuki Alie yang saat itu Ketua DPR RI pada masa pengesahan Muratara menjadi Daerah Otonomi Baru, 11 Juni 2013, Kabupaten Musi Rawas Utara, kabupaten yang ke 15 dari 19 DOB disahkan oleh Paripurna DPR RI periode 2009-2014.
Bumi Berselang Serundingan, paling barat di Sumsel pun ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) tanggal 11 Juni 2013, tentunya penuh do’a, airmata bahkan darah.
Sedikit kita mengulas sejarah pada masa itu, puluhan pejuang pemekaran Kabupaten ini mengalami luka-luka, 4 orang bahkan syahid meninggal dunia, dan 6 polisi mengalami cedera. Para korban demonstran yang meninggal dunia adalah dulur kito: Mikson (35), Apriyanto (18), Suharto (18) dan Fadilah (40) semuanya warga Muratara asli. Sehingga keempatnya disematkan menjadi Pahlawan Pemekaran Muratara.
Terimakasih untuk seluruh para pejuang dan segenap keluarga besarnya yang sudah memiliki niat dan cita-cita mulia sehingga Kulop-Kupek kita semua bisa menikmati segala anugerah ini.
Di momentum sakral Hari Jadi ke Sembilan Tahun, kita kirimkan Al Fatihah untuk para pejuang kita dan sukses untuk generasi selanjutnya.
Kita, anak-anak muda, Kulop-Kupek tentu bergumam, meskipun kita anak bungsu namun tidak boleh manja, harus memiliki tekad dan semangat yang membaja.
Mengutip istilah Bapak Muhammad Ibrahim, tokoh sentral Ketua Presidium Pemekaran Muratara, “Kita harus jumping out together bersama daerah-daerah yang lain. Dengan segala potensi daerah dan semangat pemudanya kita layak diperhitungkan!”.
Kabupaten paling barat di Sumsel ini ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) tanggal 11 Juni 2013.
Dirgahayu Kabupaten Muratara, bumi dengan sejuta destinasi yang perlu tuk dieksplorasi oleh Kulop-Kupek semua. Kita mempunyai Kecamatan Rupit sbg epicentrum bagi slorh lini kehidupan, lumbung nya para generasi Qurani di Kecamatan Karang Dapo, pintu gerbang nya yang menawan di Karang Jaya, pusat kekayaaan energi migas dan titanium di Rawas Ilir, anak2 muda trend setter di Rawas Ulu, pariwisata yang wonderful di Ulu Rawas, miniaturnya Pulau Dewata Bali di Nibung.
Kita yakin, akan lahir banyak orang-orang mulia dengan karya untuk mengharumkan nama daerah tercinta. Kito Pacak Man Kito Galak!
CITRA Muratara Berhidayah, semoga menjadi Baldatun thayyibatun warabbun Ghafur.
(Danaz)
