Aktivis Sumsel Bersatu Mengajak Semua Elemen, Lawan Premanisme “Konflik Agraria”

COGANEWS.COM | Palembang Makin berani, tindakan premanisme kepada aktivis, mencoreng demokrasi di tanah air kita Indonesia khusus nya Sumatera Selatan.

Seorang pejuang Agraria yang merupakan anggota Serikat Tani Nasional di Kab. OKU Timur, mengalami tindakan yang keji yakni disiram dengan air keras atau yang sering dikenal dengan istialah “cuka para” oleh orang yang tak dikenal.

Adalah Sdr. Erisyadi diketahui aktif memperjuangkan tanah Masyarakat Campang Tiga Ulu yang sedang bersengketa dengan PT Laju Perdana Indah (LPI).

Kejadian itu terjadi dimalam hari (19/06/2020) sekitar pukul 21.30 WIB ketika korban hendak pulang kerumahnya, tiba-tiba korban disiram oleh orang yang tidak dikenal dengan air keras yang langsung tepat mengenai Muka dan sekujur tubuhnya lalu pelaku langsung melarikan diri.

READ  Muba Resmi Gandeng PT MIF untuk Olah Sabut Kelapa Petani

Menyikapi kejadian penyiraman ini Rudi Pangaribuan selaku ketua presedium Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) mengutuk keras kejadian tersebut dan meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, saat di hubungi via telepon, Rudi Pangaribuan mengatakan.

  • “Tindakan ini adalah bentuk dari ketidakadilan yang dihadapi oleh para pejuang agraria/aktivis demokrasi di Sumatera Selatan, ini tidak bisa dibiarkan harus disikapi secara serius, karena bukan tidak mungkin ini akan semakin membuat ruang demokrasi kembali di kebiri dan mematikan keran-keran aspirasi yang disuarakan oleh rakyat, terhadap ketidak adilan dari kebijakan-kebijakan pemerintah”
  • “Selain itu kita sebagai aktivis demokrasi/pejuang agraria, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat harus melakukan konsolidasi bersama untuk mengambil sikap dan tindakan bersama agar kedepan tidak ada lagi tindakan-tindakan serupa,” ujar Rudi Pangaribuan. 
READ  Hadiri HUT Baznas Ke-22, Pemkab Muba Harapkan Sinergitas untuk Kesejahteraan Umat

Sampai berita ini diturunkan korban Sdr. Erisyadi tengah dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang. (RD-ZH)