Aksi Damai AMMP Terkesan Diabaikan Pemerintah Kabupaten Muratara

Coga News30 Dilihat

COGANEWS.COM | Muratara — Aliansi Mahasiswa Muratara Peduli (AMMP) kembali menggelar aksi namun sayangnya tidak mendapat tanggapan. Terkesan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) seperti anti kritik dan tidak peduli dengan aspirasi yang di sampaikan mahasiswa dalam aksi damai di Depan Kantor Bupati Muratara, Senin, (6/7/2020).

Hal ini di sampaikan koordinator aksi Chalik Aldis, dalam aksi tersebut di ikuti oleh puluhan orang Mahasiswa Muratara yang tergabung dari beberapa OKP, aksi damai ini dilakukan untuk menuntut transparansi anggaran Covid-19 serta mendesak pemerintah agar tidak mempermainkan mahasiswa dengan bantuan yang tanpa kejelasan.

Saat gelar aksi damai di depan halaman kantor bupati Muratara (Foto – Aan)

Chalik Aldis mrnyebutkan, setelah kurang lebih satu jam kami orasi depan kantor bupati Muratara, namun itikad baik kami tidak di respon dengan baik oleh pihak Pemkab Muratara, yang notabene nya tempat masyarakat mengadu, dan mereka yang duduk di Pemerintahan terutama Bupati Muratara bisa berada atas pilihan masyarakat.

“Kami cuma ingin tuntutan, hari ini ada dua tuntutan yakni minta transparansi realisasi anggaran Covid-19 Muratara, dan neminta pemerintah segera merealisasikan bantuan yang telah di janjikan kepada mahasiswa yang katanya mahasiswa Muratara di manapun berada mendapat bantuan dana dampak covid-19 cuma hanya janji tidak sesuai harapan, ini sangat memalukan,” jelas Chalik kepada awak media.

READ  Desa Batu Raja Kec Empat Petulai Dangku Laksanakan MUSRENBANGDES 2022

Menurut ia, sudah pantasnya kami sebagai mahasiswa yang berasal di Kabupaten Muratara merasa sangat kecewa dan sedih, tidak hanya di abaikan hari ini kami juga mendapatkan banyak intervensi-intervensi dari berbagai pihak namun kami tetap melaksanakan aksi demi menyuarakan kepentingan Mahasiswa, dan juga mewakili suara kepentingan Rakyat Indonesia.

Dalam beberapa orasi mahasiswa dengan penuh semangat menyampaikan keluhan-keluhan mewakili semua mahasiswa Muratara salah satunya yang di sampaikan oleh Ketum HMI Musirawas, Lubuklinggau, Muratara (MLM) Armansyah, Ketum GMNI MLM Rike Dwi Putra, ada juga penyampaian orasi perwakilan kaum perempuan yang di sampaikan oleh Lili Kosera mahasiswi Fisip UNJA, serta beberapa orasi dari Mahasiswa lain nya.

“Sungguh sangat di sayangkan, Mahasiswa yang seharusnya di ajak saling bertukar pemikiran serta saling berbagi ide-ide brilian kali ini berbanding terbalik di Muratara, mahasiswa tidak di anggap dan di abaikan begitu saja,” ungkap mereka dengan nada geram

READ  Sebaiknya DPRD Muratara Bahas Air Sungai Keruh dari pada bahas perekrutan CPNS

Pihak mereka (Red-AMMP) menyebut, untuk di ketahui dalam tahun 2020, ini bukan pertama kali nya mahasiswa datangi kantor Bupati Muratara untuk berdialog dengan tujuan membenahi kebijakan- kebijakan pemerintah yang mestinya harus di perbaiki, kami ketahui banyak sekali yang di tutup-tutupi oleh pemerintah Kabupaten Muratara.

“Sebelumnya sudah pernah terjadi aksi damai oleh AMMP pada Rabu 6 Mei 2020 pada aksi itu tidak di gubris oleh Pemerintah Muratara, selanjutnya pada 18 Mei 2020 GMPB datang bertujuan untuk melakukan audiensi namun hanya disambut pembukaan oleh Jubir GTPP Muratara lalu di tutup begitu saja dan ditinggal pergi, kemudian terjadi hari ini 6 Juli 2020 Aliansi Mahasiswa Muratara Peduli melakukan aksi dan lagi-lagi aksi tidak di gubris oleh Pemerintah Muratara,” tandanya. (A2N)