
COGANEWS.COM | Palembang – FGD (Focus Group Discusion) dalam giat yang turut hadir dan juga sekaligus sebagai Narasumber Dir Binmas Polda Sumsel Kombes. Pol Heru Trisasono, Sik, M. Si, Herlan Asfiudin, SH, selaku Ketua PHRI Sumsel, H. Novembriono, SE selaku Ketua BPD Abujapi Sumsel, dibantu Host Brigadir Dewi Sartika, SH di Hotel 101 Palembang.
“Hari ini juga kita bersama sama khususnya yang bekerja di area bisnis, ada hotel, restoran, juga bagi teman teman yang bergerak di jasa pengamanan pada hakekatnya semua tempat tadi itu dijaga oleh satuan pengamanan.
Dia juga menambahkan, Satuan Pengamanan inilah yang mempunyai peran penting didalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid 19.
“Satuan pengamanan sendiri harus berani mengingatkan, menegur ada pengunjung ada masyarakatnya hadir ketempat diarea area bisnis tadi, tidak mentaati aturan protokol kesehatan. Jangan sampai nanti dia membawa virus menyebar ketempat tempat seperti itu. Oleh sebab itu bagi teman teman satuan pengamanan harus berani siapapun yang hadir harus ditegur,” katanya.
Oleh karena itu apabila ada oknum atau masyarakat yang melakukan kekerasan terhadap petugas keamanan silakan dilaporkan ke petugas kepolisian baik polres atau polsek setempat, kita ambil tindakan hukum ini adalah mendidik masyarakat, siapapun itu.
“Untuk di pasar tradisional kita juga bekerja di sana, jadi kita juga besinergi dengan pemerintah daerah, besinergi dengan Tni, kita juga membagikan masker seperti di pasar KM 5, kita juga ada kegiatan himbauan dan juga kita menyiapkan tempat mencuci tangan.
“Ini adalah mengedukasi masyarakat supaya masyarakat tau bahwa protokol kesehatan itulah yang harus dilakukan, dengan cara inilah kita bisa memutus mata rantai covid 19 sebelum ada vaksinnya,” tutupnya.
Herlan Asfiudin, SH selaku Ketua PHRI Sumsel juga selaku salah satu Narasumber di giat FGD menambahkan, kita dari PHRI Sumsel bekerjasama dengan Polda Sumsel telah menghimbau kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui spanduk spanduk yang telah kita pasang hampir di seluruh ruas jalan protokol yang ada di kota Palembang.
“Himbauan itu berisi tentang protokol kesehatan di industri pariwisata seperti hotel, restoran, semua sudah kita himbau dan harus kita galakkan,” ucapnya.
“Kita dan Kapolda sudah hampir 2 bulan ini sudah membuat spanduk himbauan agar supaya masyarakat sadar bahwa pentingnya aturan protokol kesehatan dengan cara ini kita dapat memutus mata rantai covid 19,” ujarnya.
Ditempat yang sama turut berbicara Ketua BPD Abujapi Sumsel H. Novembriono, SE juga mengatakan, program kerjanya Dir Binmas Polda Sumsel, dimana selalu mengadakan forum diskusi di semua Lini bermasyarakat yang termasuk juga dalam lingkungan yang sekarang ini dilaksanakan di lingkungan hotel, sama security memang ada hubungannya antara hotel dengan pengamanan.
“Rekan-rekan kita security itu banyak ditempatkan di hotel-hotel sehingga harus diedukasi dari pimpinan maupun fungsi pokok peranan dari pada security dalam penanggulangan ancaman daripada pandemi covid 19 ,” ucapnya.
“Adanya insiden pemukulan terhadap salah seorang security sebaiknya dilaporkan ke kepolisian, ketika terjadi tindak kriminal dilaporkan saja kepada kepolisian biar duduk perkaranya jelas, apalagi yang dipukul itu orang yang notabennya menjalankan tugas dalam penanggulangan covid 19,”bebernya
Dia juga menambahkan bagi kawan-kawan security dalam menjalankan tugasnya nanti tidak ragu-ragu nah yang ini kalau tidak diselesaikan nanti mereka ragu-ragu ketika mau melakukan pemeriksaan.
“Kita selaku pimpinan user harus mensupport karena dia sedang menjalankan tugasnya, apa sudah tepat apa yang disampaikan ke masyarakat mengetahui dampak dari pada pandemi covid 19 ini yang pertama.
Yang kedua juga sosialisasi sosialisasi tentang protokol Kesehatan tidak sulit untuk menerapkan itu dan kita lihat sendiri, Saya sendiri kalau diperiksa ya silakan saja itu artinya memang kepada masyarakat sudah cukup kesadaran dirinya sudah tinggi, ini cara dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19,” bebernya.
Novembriono menambahkan, didalam sehari-hari coba pakai masker dengan memberikan edukasi tentang bagaimana menerapkan protokol kesehatan yang kedua supaya usahanya tetap jalan, tapi penanggulangan covidnya juga berjalan.
Karna pandemi covid 19 ini sangat berpengaruh sekali dari jumlah 1,6 juta security secara nasional itu mengalami pengurangan sekian persen, akibat dari pada usaha-usaha mengurangi atau dirumahkan tenaga kerjanya di bidang pengamanan.
“Mengenai security hotel yang bersifat pendidikan khususnya di security wajib menjalankan aturan kalau kita hanya sebagai penyedia Kita menyediakan tenaga satuan pengamanan yang bersertifikat yang berpendidikan pengamanan itu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Namun masih banyak user-user ini menerima karyawan yang mau digaji sembarangan tapi ternyata mereka tidak memiliki standar pendidikan sementara lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Sumsel sendiri sudah banyak.
Untuk menyerap tenaga satuan pengamanan dinilai tidak mahal, kalau biayanya sekitar kisaran antara 3 sampai 3,5 juta tergantung fasilitas-fasilitas yang diberikan bagi lembaga pendidikan dan jasa pengamanan,” pungkasnya (Ocha)







