Do’a Bersama untuk Almarhum Iwan Fajri Sang Guru Panutan

Coganews.co.id |Lubuk Linggau – Kita hidup di tiga hari: hari kemarin untuk kita belajar dan merenungi, hari ini untuk kita banyak berkarya dan melakukan hal penuh arti dan hari esok untuk kita terus bergerak mencapai tujuan sejati.

Keluarga Besar SMA Negeri 3 Model Lubuklinggau berduka amat mendalam atas wafatnya Almarhum Iwan Fajri, ST,MSi selaku Waka Bidang Peningkatan Mutu dan juga Guru Kimia SMA Negeri 3 Model Lubuklinggau pada hari Senin (9/11) di RS AR Bunda pada usia 43 tahun.

Keluarga Besar Alumni bersama OSIS SMA N 3 Lubuklinggau menginisiasi kan Yasinan dan Do’a Bersama Virtual untuk mendoa’kan almarhum Iwan Fajri dengan Ketua Pelaksana Adi Putra Mahasiswa UNSRI dan Alumni SMANTA 2017 yang disertakan Tausyiah Inspirasi oleh Dandi Wahyu Pratama alumni UIN Raden Fatah dan alumni SMANTA 2016.

Kepala SMA Negeri 3 Model Lubuklinggau Hairul Aswar SPd MPd melalui Agus Salim MPd Waka Sarana dan Prasarana mengapresiasi, “Kita masih dalam suasana berduka atas kepergian Almarhum Pak Iwan Fajri, banyak yang kehilangan dan pada hari pemakaman bahkan Pak Gubernur Herman Deru turut derduka dengan partisipasi karangan bunga didekat rumah duka.

READ  Half Day Tour, Nikmati Destinasi Wisata di Muba

Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi agenda yasinan dan do’a bersama yang diinisiasi oleh OSIS SMANTA dan para alumni lainnya, semoga silaturahmi kita semua tetap terjaga dan berkelanjutan.

Meskipun virtual tapi tidak mengurangi esensi takziah kita semua. Semoga Almarhum Pak Iwan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.”

Dalam tausiyahnya dengan tajuk Pesan Kematian untuk Generasi Millenial, Dandi Wahyu Pratama alumni SMA 3 2016 yang juga CEO Sinergi Institute menyampaikan, “We extended the deepest condolence for Almarhum Pak Iwan Fajri, Guru Panutan kita semua. Sosok yang tenang, cool, guru Kimia yang tidak killer tentunya.

Sesuai pedoman kita Al Qur’an dalam surah Al-Anbiya ayat 34 dan Al-Mulk ayat 2, setidaknya ada tiga hal yang harus Generasi Millenial pahami dalam mengingat kematian:
Pertama, Untuk Apa Kita Hidup?
Kedua, Kemana Arah Kita Hidup?
Ketiga, Apa yang Akan Kita Lakukan dalam Hidup?

READ  Bupati Banyuasin Hadiri Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah dengan Tema "Optimalisasi Pendapatan Daerah"

Kuy lah kita jangan lagi terlalu banyak hura-hura apalagi sampai hedon lupa akan kematian.

Hidup hanya sekali hiduplah yang berarti.
Tebarkan inspirasi, raih banyak prestasi dan lakukan kontribusi.

Ingat yah, mati itu pasti. Ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa’tum falaha.
Apapun yang kita lakukan akan balik ke kita lagi, baik buruk pun itu.

Anak Muda, saatnya ingat mati.”

Adapun Dewan Guru yang turut hadir diantaranya Risma Sri Maryati S.Sos selaku Pembina OSIS, Dian Purnama,S.Pd selaku Pembina Sinergi SMANTA dan Guru Bahasa Inggris, Sadarti Eliyani MPd (Guru B.Indonesia), Anit, S.Pd, Amalia Ekayanti,S.Pd dan Sri Wahyuni, M.Pd. (Dd)