Keseimbangan ekosistem makhluk hidup menjadikan anugerah yang harus dijaga bersama. Isi alam akan menjadi berkah jika dieksplorasi namun akan menjadi bencana jika dieksploitasi.
Mencermati kondisi sungai-sungai di Muratara saat ini yang sudah tidak bersahabat lagi, banyak warga bahkan anak-anak yang mengeluhkan karena tidak bisa memanfaatkan sungai seperti dulu lagi.

Ungkap oleh W (inisial) warga Batu Gajah, “Sangat menyedihkan kalau melihat kondisi sungai Rupit sekarang. Lah lamo nian jadi keruh macam ko, seolah dibiarkan bae oleh pihak yang berwenang. Memang dari hulunyo lah banyak nian kegiatan-kegiatan yang merusak alam, terutama sungai kito ko. Kami sebagai warga sudah saling mengingatkan secara persuasif tapi pihak yang berwenang yang punyo kebijakan coba turun tangan langsung, agek pacak fatal akibat kerusakan ko.”

Berdasarkan kajian dan pengamatan di internal HPP Muratara dalam ‘Satgas Peduli Tanah Kelahiran’ dengan mengacu kepada konsep Sustainable Development Goals(SDGs) Desa Kemendes PDTT butir 3 desa yang sehat dan sejahtera, butir 6 desa yang layak air bersih, butir 12 konsumsi dan produksi yang sadar lingkungan dan tentunya butir 14 yang menyatakan Desa peduli ekosistem lingkungan laut dan sungai dengan kuat juga berpacu pada Perpres No.59 Tahun 2020 HPP Muratara mengajak masyarakat untuk peduli dengan sungai dan kelestarian alam secara keseluruhan yang ada di Bumi Beselang Serundingan ini.
Menanggapi hal itu, Abdul Gopar Ketua Umum HPP Muratara turut prihatin,
” Ado baiknyo, kito bangun kesadaran diri bahwa kerusakan alam apolagi sungai berarti mematikan sumber kehidupan kito besamo. Sungai tempat masyarakat mandi, nyabun pakaian, tempat anak-anak bemaen, mancing, nangkul ikan dan sejuta manfaat lainnyo. Kalau keruh menyebabkan beribu ekosistem akan mati didalamnya. Ini persoalan serius, soal hajat Kulop-Kupek, masyarakat banyak”.
Disamping itu, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) masyarakat harus bersama menjaga alam sekitar termasuk sungai sumber kehidupan.
Dandi Nazor Sekjen HPP Muratara menambahkan,
“Masyarakat sudah banyak resah dengan kondisi keruhnya sungai-sungai di Tanah Kelahiran kita tercinta. Kami tegas mengajak semua stakeholder yang bersangkutan bersinergi tidak menutup mata dan telinga apalagi didiamkan atas kondisi sungai-sungau saat ini.Ini problem kita bersama, jangan ada kesan ada pembiaran dan didiamkan sampai berakibat fatal atas segala perilaku yang siapapun yang merusak sungai di Muratara saat ini. Kami yakin, kita semua masih cinta dengan Tanah Kelahiran kita yang asri, nyaman dan penuh manfaat bagi Kulop-Kupek dan anak cucu selanjutnya.” (D1)









