Indra : Proyek ini dikerja oleh grup Gajah Maja nanti kita panggil
Coganews.co.id | Muratara – Lagi-lagi Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PU-BM) Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA), jadi sorotan warga karena kualitas pembangunan yang rendah alias di anggap tidak berkualitas.
Kali ini yang menuai kritikan warga adalah 2 (Dua) proyek peningkatan lanjutan jalan Poros So 10 dan Sp.11 di Desa Sri Jaya Makmur menuju Desa Kelumpang Jaya Kecamatan Nibung.dan Jalan Desa Srijaya Makmur Blok A.
Pasalnya pekerjaan jalan aspal yang menelan anggaran APBD hampir 5 miliyar lebih ini baru beberapa hari selesai pengerjaan sudah rusak, terutama jalan di Blok A menuju Desa Mulya Jaya (SP 8).

Tampak aspalnya begitu tipis, serta bergelombang. Ada sebagian titik ruas jalan mulai tampak keretakan, di bagian sisi kanan jalan aspalnya begitu rapuh.

Sur (45)Warga setempat saat jumpa awak media mengungkapkan kekesalannya atas pengerjaan proyek yang terkesan asal jadi dan terburu-buru ini,pengerjaan pengaspalan sepanjang jalan di Blok A hampir 1 Km meter cuma di kerja sehari.
“Silahkan cek sendiri pak, aspalnya begitu tipis, jika seperti ini kalau ada mobil berat lewat pasti amblas,” Kata Sur pada awak media.
Sebelumnya ia sudah menduga kalau pengerjaan ini tidak dikerjakan secara maksimal sesuai kelayakan namun tidak berani untuk menegur karena kami rakyat kecil,” jelasnya.
“Kami tahu pembangunan ini tidak bagus, tapi apalah daya rakyat kecil, tidak berani protes,” Sebutnya
Ditempat yang sama, Yogi salah satu pemuda setempat juga mengungkapkan bagian yang gampang amblas saat dilalui pengguna jalan.
“Coba kita injak diaspal sebelah kanan, begitu terpijak aspalnya remuk,” Ungkapnya
Tidak hanya menuai kritikan dari warga setempat, pembangunan ini juga mengundang perhatian dari kalangan aktivis Mahasiswa asal Muratara yang berkecimpung didunia gerakan massa.

Rivaldo Aktivis Mahasiswa saat mengetahui hal ini merasa miris dengan proses pembangunan infrastruktur akhir – akhir ini yang selalu menarik perhatian publik.
“Inilah potret proyek pembangun infrastruktur di kabupaten Muratara ini, bayangkan saja, beberapa hari dibangun sudah rusak, sudah tentu pasti ada sebab dan akibat,” Cetusnya
Ia juga menduga hal ini dilakukan dengan sengaja oleh para oknum secara sistematis dan masif untuk meraup keuntungan besar tanpa memikirkan kepentingan umum.
“Saya mengindikasikan proyek ini ada Mark Up besar-besaran, hal dibuktikan dengan kualitas pengerjaan yang sangat rendah, coba kalau dibangun sesuai dengan RAB tidak mungkin bisa terjadi seperti ini,” Tegas orator jalanan ini
Menanggapi hal itu, Pihak Dinas PU-BM melalui Indra Aliamin selaku Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) mengatakan baru mengetahui persoalan itu dan akan memanggil pihak kontraktor untuk memperbaiki.

“Kan Ada pemeliharaan, nanti akan kita panggil kontraktornya agar diperbaiki pekerjaannya, kami juga berterima kasih kepada masyarakat sudah mempublikasikan ke awak media” Jelasnya, Selasa (05-01-2021).
Dari informasi yang dihimpun awak media pekerjaan proyek ini dikerjakan oleh kontraktor Grup Gajah Mada. Grup ini juga yang selama ini banyak mendapatkan pekerjaan dari Pemkab Muratara. (A2N)





