Andai Rasulullah Datang ke Bumi Beselang Serundingan

Coga Pendidikan420 Dilihat

Momentum Isra’Mi’raj, Andai Rasulullah Datang ke Bumi Beselang Serundingan

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

(QS Al Isra: 1)

Hari ini, Kamis (11/2) bertepatan dengan 27 Rajab 1442 umat Muslim di seluruh dunia memperingati hari yang sangat sakral dalam sejarah peradaban Islam yang menjadi titik penting dari eksistensi adanya Islam dalam kewajiban nya melalui perintah wajibnya shalat lima waktu.

Seperti yang kita pahami bahwa Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan fisik sekaligus spiritual (rohani) yang bersumber dari kitab suci umat Islam Al Quran surat Al Isra dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu banyak masyarakat Kafir Quraisy yang menganggap gila akan peristiwa ini, impossible perjalanan dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Al Aqsha (Palestina) lalu menuju Sidratul Muntaha ke Syurga dan Neraka di Langit ke tujuh hanya dalam semalam.

Benar! Hanya orang-orang cerdas, out of the box dan beriman sepenuh hati yang meyakini peristiwa tersebut seperti Abu Bakar sang Sahabat Kesayangan Rasul dan Siti Khadijah Istri Tercinta Rasulullah SAW.

Isra berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dengan mengendarai hewan buraq dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem Palestina di mana Rasulullah SAW memimpin para nabi lainnya untuk beribadah. Hebat kan, guys? Rasulullah SAW yang masih muda dibandingkan yang lain dinobatkan menjadi imam nya para Nabi yang lebih senior.

READ  Segera Dilantik, KONI Kota Palembang Temui Harnojoyo

Sementara Miraj berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW naik ke surga untuk menerima perintah Tuhan agar umat beriman melaksanakan ibadah sholat.

Pada momentum Isra Mi’raj ini marilah sejenak kita membayangkan jika saja Rasulullah SAW dengan segala kemuliaan dan keagungan nya datang ke Tanah Kelahiran kita tercinta, Bumi Beselang Serundingan.

Pesan nya jelas semoga Kulop-Kupek, terutama generasi muda di Muratara semua mendapatkan makna dan inspirasi yang mendalam dari hari Isra’ Mi’raj 1442 H kali ini.

Mungkin Rasulullah akan menceritakan perjuangan kerasnya dalam Membangun peradaban di Tanah Kelahiran nya tercinta Mekkah dari era jahiliah yang penuh degradasi moral, riba merajalela, pesta dan kumpul hura-hura menjadi trend, anak perempuan dikubur hidup-hidup dan berjibun kemaksiatan lainnya yang sudah menjadi adat istiadat bahkan watak masyarakat Kafir Quraisy Mekkah pada masa itu.

Namun, Rasulullah SAW meskipun getir, pahit dan berdarah-darah mampu menjadikan Tanah Kelahiran nya tercinta menjadi pusat peradaban dunia hingga detik ini, Kota Terbersih dan Ternyaman di Dunia.

Kulop-Kupek, mari kita renungi bahwa Rasulullah SAW pun dalam meyakinkan masyarakat di Tanah Kelahiran nya awalnya ditentang denga keras apalagi menceritakan mengenai peristiwa Isra’Mi’raj ini, tak tanggung-tanggung banyak yang mengatakan Rasulullah SAW sudah tidak normal.

READ  BKKBN Apresiasi Inovasi dan Terobosan Bupati Muba DRA

Salam Rajab dari Isra dan Mi’raj, meskipun masih muda ayolah Kulop-Kupek jadikan shalat lima waktu bukan lagi sekedar kewajiban tapi kebutuhan layaknya kita makan dan minum, jangan lagi mencari waktu luang untuk bisa shalat tapi luangkan lah waktu untuk selalu bisa shalat.

Mari kita rayakan hari Isra Miraj ini dengan saling memaafkan kesalahan sesama umat muslim. Terlebih usai melewati Tahun Politik pada Pilkada lalu. Let it go, get the best together!

Pada kesempatan ini, mari kita belajar tentang kisah dan perjalanan penting Rasulullah Muhammad SAW. Selamat Merayakan Hari Sira Miraj 2021.

Kulop-Kupek mari kita doakan semoga Muratara mampu membangun peradaban yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.


Siapapun Pemimpin nya jika baik kuy kita dukung, namun jika tidak baik tentukan sikap tegas.

Tentu slogan Muratara Berhidayah, haruslah memiliki generasi muda yang terarah, akhlaknya yang indah, dan masyarakat yang ramah tamah.

Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. Al Isra: 80).

Penulis: Dandi Nazor

(Sekjen HPP Muratara, Penggagas #MillenialMengaji)