Coganews.co.id | Muara Enim – Mahasiswa merupakan duta perubahan dan harapan dalam mewujudkan tujuan mulia Tridharma Perguruan Tinggi.
Terutama dalam tujuan utama Pengabdian terhadap Masyarakat merupakan tujuan konkret dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mahasiswa KKN Ke -74 Kelompok 15 UIN Raden Fatah Palembang di desa Putak, menggelar Diskusi Publik dengan tema “Peran Pemuda Desa Dalam Memajukan Tanah Kelahiran”,Senin (22/03) kemarin.
Kapolsek Gelumbang Hari Dinar mengatakan bahwa diadakannya Diskusi Publik tersebut dapat menjadi sarana komunikasi antara Pemerintah Desa dengan masyarakat setempat, agar masyarakat dapat menambah wawasan dan pengetahuan pasca dilaksanakannya acara tersebut.
“Adanya komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat setempat, dapat memberikan motivasi dan wawasan untuk bangkit”, ujarnya.
Kepala Desa Putak Albeba, S.Sos menganggap kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang positif, ia mengungkapkan masih kurangnya kemistri antara muda-mudi desa Putak.
“Kami mengapresiasi kegiatan positif seperti ini, karena memiliki manfaat kuat bagi masyarakat. Dalam pembangunan dan kemajuan peran anak-anak muda apalagi Mahasiswa sangat dibutuhkan.”, katanya.
Ia juga menegaskan pemuda harus memiliki inisiatif, konsep yang jelas, dan berwawasan tinggi, serta ingin melakukan rembuk bersama untuk membicarakan perihal anggaran pembangunan.

Sementara biru, Abdul Gopar HM Tokoh Pemuda Sumatera Selatan mengapresiasi acara yang digelar oleh kelompok 15 KKN UIN Raden Fatah Palembang tersebut, karena berbeda dari kelompok KKN biasanya.
“Sangat luar biasa, biasanya KKN lebih tertarik melaksanakan kegiatan lomba-lomba, namun ini melaksanakan kegiatan diskusi publik.”, ujarnya.
Abdul Gopar juga mengingatkan bahwa nama Kampus Biru UIN Raden Fatah Palembang sebagai ikon nya kampus Islam di Sumatera Selatan harus tertanam kuat dalam diri para Mahasiswa yang sedang KKN menyatu dengan masyarakat.

Ia juga berharap muda-mudi desa Putak dapat meningkatkan solidaritas antar sesama dengan bersilaturahmi, dan perlu diingat bahwa iri dengki merupakan suatu penghambat dalam menuju kesuksesan terutama dalam pembangunan desa.
“Pemuda memiliki peran kunci dalam setiap pembangunan untuk Memajukan Tanah Kelahiran dalam hal ini membangun desa.
Cita-cita dan program ini sesuai dengan program nasional Bapak Presiden Membangun Indonesia dari Pinggiran, dan Mulai Dari Desa program nya Gus Menteri Desa. Semoga ini berkelanjutan”, tandas Gopar. (D1)








