Coganews.co.id | MUARA ENIM – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus pengejawantahan ilmu pengetahuan dan keterampilan Mahasiswa yang diperoleh terhadap masyarakat.
Menjawab semua itu Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Kelompok 104 menyelenggarakan Sosialisasi Antisipasi Pernikahan Dini yang bertempat di Aula Desa Bangun Sari, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim tepatnya pada hari Jum’at (26/3) pukul 14.00 WIB.
Narasumber yang diundang adalah Yayan Septiadi SH selaku ketua Pergerakan Pemuda Sumatera Selatan dan Tahta Amrillah, S.Pd ketua Pemuda Muhammadiyah Muara Enim.

Acara ini dilaksanakan dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 yang dimoderatori oleh Winda serta disambut meriah oleh pemuda serta semua elemen masyarakat setempat dengan pertunjukan entertainment band dari Desa Bangun Sari yaitu Navas Band.
Kedua pemateri tersebut memaparkan tema yang berbeda namun merangkum satu judul yaitu tentang “Pentingnya Upaya Pencegahan Pernikahan Dini“. Adapun tajuk yang disampaikan oleh Ketua Pergerakan Pemuda Sumsel adalah “Peran Pemuda dalam Kemajuan dan Pembangunan Desa” sedangkan tema yang disampaikan oleh Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Muara Enim yaitu “Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Pendidikan”.
Ariansyah Ketua Pelaksana kegiatan ini menyampaikan
“ Pemuda adalah pusat perhatian dari segala proses pembangunan yang ada. Bahkan tema acara kita ini sangat relevan dengan pola hidup anak-anak muda sekarang. Banyak yang katanya karena ‘cinta’ akhirnya fatal dan memilih untuk nikah dini.
Perumpamaan begini, jika ia ‘suka’ dengan bunga ia akan langsung memetiknya sehingga bunga itu akan layu dan mati. Namun, jika ia ‘cinta’ dengan bunga itu, maka ia akan merawat, memagari dan menyiraminya sehingga bisa mekar tumbuh dan berkembang.”

Lanjutnya, inilah esensi dari cinta yang harus dipahami anak-anak muda untuk say no to Nikah Dini. Susah memang menolak godaan yang semakin berat, tapi yakinlah Kito Pacak Man Kito Galak.
Ketua Kelompok KKN 104 ini juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas dukungan penuh Pemerintah Desa Bangun Sari sehingga terlaksananya acara ini serta kehadiran kedua pemateri hebat tersebut, yaitu Tahta Amrillah selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Muara Enim dan Kanda Yayan sebagai Ketua Umum Pergerakan Pemuda Sumseldan dan peserta sekalian.
Sementara itu, Abdurrahman Kepala Desa Bangun Sari mengucapkan,
“ Sejatinya pemuda itu penggerak kemajuan, agenda ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih kepada panitia penyelenggara atas inisiatifnya menyelenggarakan acara ini dan semoga ini bisa berkelanjutan demi menekan angka pernikahan dini yang saat ini memprihatinkan kita semua.
Kita ingin melihat Pemuda yang mampu berpikir bukan hanya untuk esok hari saja, namun bahkan mampu berpikir untuk seribu tahun yang akan datang untuk kemajuan desa kita tercinta, nusa dan bangsa.”
Di lokasi yang sama, Tahta Amrilah selaku pemateri mengucapkan
“Bangsa Indonesia akan menyambut bonus demografi 2030 maka kita butuh anak-anak muda yang produktif dan siap perbanyak karya. Namun, pernikahan dini meluluhlantakkan semua.
Lanjutnya, Desa Bangun Sari adalah desa yang maju dan penuh gotong royong serta ditunjang oleh para pemuda yang penuh kreatifitas, hal tersebut ditandai dengan pembangunan infrastruktur yang sudah bagus mulai dari kantor desa dan gedung serbaguna yang sangat memadai, pembangunan Masjid yang megah dan dibangun oleh swadaya masyarakat serta anak anak muda yang penuh kreatifitas dengan Navas Bandnya dan kami yakin masih banyak lagi Pemuda pemudi yang kreatif di desa ini. Pungkas Ketua Pemuda Muhammadiyah Muara Enim yang akrab disapa Tahta Al’Djamaz.

Dalam acara tersebut selain dihadiri Kepala Desa dan perangkat desa, turut juga dihadiri Kadus 1 sampai dengan kadus 6, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Bidan Desa, Ketua BPD, ketua PKK dan ketua Karang Taruna. Acara tersebut berlangsung dengan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (D1)








