Coganews.co.id | Palembang – Indonesia berduka terhadap tindakan radikalisme insiden bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (28/3) yang hingga detik ini membuat gempar masyarakat di Indonesia.
Setelah diinvestigasi oleh pihak Polri para pelaku merupakan suami istri yang juga ternyata masih dari generasi milenial dengan kelahiran tahun 1995.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, menyampaikan bahwa propaganda jaringan terorisme bagi anak muda seperti jebakan Batman. Sebab, pengaruhnya tidak terasa namun lambat laun mengubah watak, perilaku dan anak muda di luar jati diri bangsa.

Menanggapi hal itu, Muhammad Hadi selaku Ketua Kawan Millenial (KM) Sumsel menegaskan, “Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan, semua ajaran luhur ketuhanan dan agama kita sangat mengutuk tindakan rasis, intoleransi apalagi sampai tindakan radikalisme yang mengorbankan nyawa orang lain.
Kita dari Kawan Millenial (KM) Sumsel mendukung penuh Pak Lystio Sigit Kapolri beserta tim akar rumputnya untuk mengusut tuntas ini.
Sebagai bangsa yang toleran, menjaga persatuan di tengah keberagaman dan kami di KM Sumsel selalu berupaya menebarkan semangat persatuan anak bangsa untuk terus berusaha lebih banyak berkarya.”
Lanjut Kabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga (KPO) KONI Kota Palembang ini, bahwa sebagai generasi Millenial kita harus mengingat pesan Ali Bin Abu Thalib bahwa Semua adala saudara kita. Meskipun bukan saudara seagama atau seiman, namun mereka adalah saudara sebangsa kemanusiaan kita, tutupnya. (Danaz)








