Bupati Hadiri HUT PPNI ke.47 Kabupaten Muratara dengan Sunatan Massal.

Coga Kesehatan344 Dilihat

coganews.co.id | MURATARA Dalam rangka memperingati HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang Ke-47, DPD PPNI Kabupaten Muratara mengadakan sunat masal bagi anak-anak tidak mampu kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Rupit.
Dengan tema “Perawat tangguh Indonesia bebas covid-19 masyarakat sehat”, Kamis (1/4).

Nely Haryanti Ketua PPNI Kabupaten Muratara menyampaikan Yel Yel PPNI Kabupaten Muaratara

“Perawat Indonesia ! Tangguh,PPNI Jaya,Jaya Muratara Berhidayah”

Dalam memperingati HUT PPNI kami perawat mengadakan Kegiatan Sunatan Massal, dengan tujuan menunjukkan pengabdian perawat.Dengan jumlah peserta 40 yang tersebar dari Puskesmas yang ada di Kabupaten.

Kami berharap kawan2 perawat tetap semangat di tengah pandemi covid-19.

Bupati menyampaikan dalam sambutanya selamat Ulang tahun buat Perawat,

READ  Update COVID-19 Muba : Dua Hari Berturut Nihil Positif, Bertambah 6 Kasus Sembuh

Nely juga mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Muratara yang mana Perawat ini adalah orang yang pertama kali bersentuhan dengan pasien,di tengah pandemi ini sungguh sangat beresiko jadi harapannya kepada pemerintah agar bisa memikirkan kesejahteraan Perawat khusus di Kabupaten Muratara.

Mempersilahkan perawat mengajukan anggaran untuk kegiatan sosial,nanti akan kita anggaran pada tahun 2022.

Apresiasi sudah mengadakan sunatan massal,semoga bermanfaat.kepada perawat bersyukurlah atas profesi mulia ini

Pengabdian ini dengan ketulusan,terima kasih sudah mengadakan sunatan massal,

Bupati meminta kepada perawat agar gesit untuk mengatasi Stunting di Muratara sudah tembus angka 400 anak.

Pesan HDS kepada Direktur RSUD agar mengedukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan jangan buang sampah sembarangan,

READ  Indikasi Vaksin Dijualbelikan Di Tangerang, Vaksinasi Kedua Batal

Ditengah pandemi Pekerjaan yang paling beresiko yang di lakukan oleh perawat ,jernih lelah yang tak ternilai dan merupakan Pahlawan kesehatan

Selanjutnya, saya tau perawat itu tugasnya sangat berat, karena ngurus orang sakit bisa kena marah oleh keluarga apabila ada kesalahan. Suka tidak suka harus dirawat maka rawatlah dengan hati.

Diakhir kata sambutannya, Bupati berpantun.”Pergi kelabat memetik melati para perawat sangat baik hati, makan keladi dinapal licin berbaik hati untuk orang miskin”.(AJR)