Hingga Malam Hari Bupati Muratara Masih melayani Diskusi Publik dari Masyarakat.

Coga Daerah1260 Dilihat

coganews.co.id|MURATARA- Terbuka secara Publik Diskusi Publik Bersama Bupati Muratara H Devi Suhartoni , secara terbuka untuk masyarkat Muratara. Acara dilaksanakan Sabtu (03/04/2021) sekitar pukul 17.00 WIB hingga Berita ini terbit Diskusi Masih berlangsung 21:20 WIB, digelar di rumah Dinas Bupati Kabupaten Muratara.

Diskusi ini akan mengupas permasalah yang di sampai oleh Audiensi beragam permasalahan yang saat ini menjadi polemik di Kabupaten Muratara, di bahasa secara lugas dan gamblang oleh Bupati Muratara dalam diskusi publik bersama masyarakat Muratara itu.

Disampaikan Langsung oleh H Devi Suhartoni, seharusnya acara diskusi publik ini dihadiri secara langsung bagi masyarakat yang suka protes di Media Sosial Facebook, mempunyai keluhan, maupun beseberangan pendapat dengan program pembangunan Pemerintah Daerah,termasuk rekan Media yang selama ini tidak mendukung Program Pemerintah Kabupaten Muratara.

Sehingga kondisi itu, bisa membuat masyarakat lebih mengetahui secara persis, Kebijakan maupun arah pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Muratara kedepan.jangan cuma berkomentar melalui akun Facebook yang tidak Jelas.Ujar Bupati.

Beragam permasalahan yang dibahas diantaranya Pembangunan skala prioritas, akses jalan rusak, ketersediaan air bersih, fasilitas sekolah, ketahanan pangan, hingga peranan warga yang harus menjadi pengontrol program pembangunan di Kabupaten Muratara.

READ  SMK Negeri 2 Palembang Jalin Kerjasama dengan PT Pertamina Lubricants

“Kenapa kita coret pembangunan jembatan Rp13 Milyar di Desa Noman-Batu gajah. Karena itu belum masuk DED dan kita harus melakukan Pembangunan skala super prioritas, prioritas dan reguler,”Sampainya.

Bupati Juga mengatakan.”Untuk saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat Muratara yakni akses jalan. karena banyak jalan di Kabupaten Muratara rusak ringan hingga berat dan tidak bisa dilintasi masyarakat dengan nyaman seperti Jalan Simpang Nibung Rawas Ulu-Nibung rusak, Karang Dapo-Setia Marga rusak, Rawas Ilir-Karang Dapo rusak, Rawas Ilir Nibung rusak, Ulu Rawas-Rawas Ulu rusak,Simpang Kabu- Nibung Sudah 8 tahun Muratara berdiri namun hingga saat ini belum punya kantor, itu karena pembangunan belum rampung dan harus dilanjutkan meski itu berat.

Saya selaku Bupati juga menjabarkan masalah ketahanan pangan, yang tidak maksimal. Karena Muratara punya 3 ribu hektar lahan namun hanya bisa satu kali panen. Paling tidak Muratara punyak 18 ribu hektar untuk mencukupi kebutuhan lokal. Artinya masyarakat Muratara masih membutuhkan perhatian dan suplay dari wilayah luar.

“Sesungguhnya Muratara masyarakatnya tidak miskin, tapi semua harga barang di Muratara lebih mahal karena semua barang di Muratara berasal dari luar daerah. Artinya ketahanan pangan kita kurang,”Sampainya.

READ  Petani Lalan Curhat Ke Pj Bupati Apriyadi Soal Pupuk Subsidi

Bupati menegaskan, masalah yang dilontarkan ini berdasarkan hasil penelusuran di lapangan bukan hanya sekedar menerima laporan.

Acara diskusi terbuka ini akan saya adakan setiap 3 bulan sekali, supaya bisa ada keterbukaan publik dan transfaransi serta jika ada ide-ide dari masyarakat bisa di keluarkan”.

Terkait masalah TKS Bupati juga menuturkan, akan melakukan rasionalisasi dan akan memanggil kembali sejumlah TKS yang dirumahkan. “Apakah jumlah tetap seperti itu, tentunya tidak karena kita akan melakukan pendataan ulang yang detail.Ujarnya

Sementra itu, Tokoh pemuda Muratara, Macis Pranata asal desa Karang anyar, merespon positif acara diskusi publik tersebut. Menurutnya itu adalah salah satu momentum keterbukaan Pemerintah Daerah dalam menyampaikan konsep pembangunan dan bagi masyarakat itu merupakan suatu kesempatan menyampaikan aspirasi untuk kepentingn bersama.

“Ini sangat baik untuk Kepentingan bersama, kalau bisa seandainya pemerintah tidak terlalu sibuk diskusi publik bisa dilakukan satu bulan sekali karena persoalan di Muratara cukup beragam,” Tutupnya. (AJR).