Jelang Ramadan, GMI Adakan Diskusi Bertemakan Character Building bagi Milenial dari Radikalisme

Coganews.co.id | Muratara – Indonesia adalah bangsa multidimensi dari segala lini kehidupan termasuk pemahaman masyarakat nya, dimana akhir-akhir ini paham radikalisme yang tengah merongrong pola pikir generasi milenial dengan aksi pasangan suami istri kelahiran tahun 1995 sebagai pelaku kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Minggu 28 Maret.

Gayun bersambut dari peristiwa tersebut GMI Muratara menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membentengi Generasi Milenial dari Paham Radikalisme dan Terorisme” pada hari Selasa, (6/4) di Ruang VIP Rumah Makan Sederhana Rupit.

Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak Milenial di Bumi Beselang Serundingan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 sertaberlangsung dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 Sore.

Adapun Pemateri yang turut mewarnai diskusi semakin quality time diantaranya:

1.Kapolres Muratara di wakili oleh KBO Intel Polres (IPTU GULTOM)

2.Dandim 0406/MLM di wakili oleh Pasi Intel Kodim 0406/MLM Abangnda Kapten Fajar BK, S.Sos

3.MUI Muratara di wakili oleh Bendahara MUI Ustadz.Husni Thamrin, M.Pd.

4.Tokoh Pemuda Muratara H. Alfimansyah Karim, S.T., M.Si.

FGD ini juga di ikuti oleh Seluruh Pengurus GMI Muratara dan Peserta dari Tamu Undangan Ormas dan OKP yang ada di Muratara.


Tampak hadir Ketua Karang Taruna Muratara di Wakili Oleh Waka 1 Fauzal Akbar dan Sekjend Anis, hadir juga Ketua MPC Pemuda Pancasila di wakili Oleh Sekretaris Cabang A.Chandra Hanafia, hadir juga dari Forum Osis Muratara,Forum Anak Muratara, DKC Pramuka, PK KAMMI, IBGM, HPP Muratara, Bem Nusantara, dll.

Sandyka Buana selaku Ketua PC. GMI Muratara menyampaikan bahwa FGD ini mengangkat issue nasional supaya generasi Milenial Muratara ini bisa membentengi diri dari paham radikalisme dan terorisme, ia juga mengajak seluruh Ormas dan OKP mari sama sama bersinergi untuk kawal Pemerintah Citra Muratara Berhidayah dan juga ia berharap diskusi dan kajian-kajian seperti ini di Muratara semoga menjadi budaya dan life style anak-anak mudanya kedepan.

Diskusi ini begitu Khidmat dan Terarah yang di Moderatori Oleh Wakil Ketua GMI Muratara Abdulah Hadi Yansah.

READ  Hadiri Tabligh Akbar Jelang Ramadhan, H. Erick Thohir Berikan Motivasi Mulia di Majelis Atthohir Sumsel

Dalam FGD tersebut Kapolres Muratara yang di wakili Oleh KBO Intel Polres (IPTU Gultom) bahwasanya untuk menangkal dari paham radikalisme dan terorisme kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang di maksud dengan radikalisme dan terorisme dengan seperti itu setidaknya kita bisa mengetahui ciri-ciri bentuk dari kedua hal tersebut, faktor utama yang menyebabkan terjadi nya hal-hal tersebut ada dua yaitu faktor ekonomi dan ideologi yang mengharuskan melakukan paham radikalisme dan terorisme, karena dari pengertian nya saja radikalme dan terorisme itu sendiri adalah sebuah pemahaman yang keras kokoh serta melakukan kekerasan ekstrim untuk mencapai tujuan yang mana hal itu terjadi biasanya ada ketidaksamaan pemahaman antara pemerintah terhadap kelompok-kelompok tersebut sehingga mereka membuat kekacauan ataupun ketakutan kepada masyarakat.

Selanjutnya Dari Dandim 0406/MLM yang di wakili Oleh Pasi Intel Kodim 0406/MLM Abangnda Kapten Fajar BK, S. Sos menyampaikan dalam hal ini untuk membentengi diri dari paham radikalisme dan terorisme, maka ada beberapa tolak ukur dari sebuah penolakan terhapan hal tersebut

  1. Ditanamkan kembali kultur-kultur budaya zaman dahulu sehingga dengan seperti itu kita tidak terjerumus dalam sebuah kepemahaman yang mengarah radikal dengan melakukan hal-hal yang di lakukan nenek moyang pada zaman dahulu
  2. Harus mengerti arti makna serta tujuan dari UUD 1945 dan Pancasila sebagai Ideologi bangsa yang harus di kuasai oleh anak-anak muda sehingga jika jiwa Pancasila itu di tanamkan dari dalam diri sebab 5 butir Pancasila itu sudah lengkap di jalankan dalam untuk berkehidupan maka hal-hal yang menyangkut radikal serta teroris akan luntur
  3. Harus mengingat kembali khitoh perjuangan kemerdekaan yang dulu mana sulit untuk di raih ,nah dengan seperti itu dalam penyatuan antar ras akan terlihat kental sehingga sulit di dobrak para pengusa Terorisme.

Selanjutnya dari MUI Muratara yang di wakili oleh Ustadz.Husni Thamrin, M.Pd. menyampaikan untuk menjadikan diri sebagai kaum muda yang berintelektual dan jauh dari paham radikalme serta terorisme peru adanya sebuah tolak ukur dalam diri kita yang mana itu bisa membentengi diri dari hal tersebut yang pertama yaitu kita harus dan wajib memperdalam pemahaman serta makna dari Al-Qur’an serta As-Sunnah yang itu merupakan pedoman bagi kita umat islam dalam berkehidupan didalam Al-Qur’an sudah mengajarkan kita supaya tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh para teroris kedua memperbanyak kajian tentang keislaman dan pengetahuan yang lebih luas lagi, saling bertoleransi beragama dan berbangsa dengan begitu kita sebagai umat islam berpatokan pada kehidupan Rasullulah Saw yang mana telah mengajarkan kita agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang banyak apalagi tindakan radikalisme dan terorisme.

Dari segi Pemuda disampaikan oleh Tokoh Pemuda Muratara yaitu H.Alfirmansyah Karim, S.T., M.Si Peran dan Fungsi pemuda dalam membentengi diri dari paham radikalisme serta terorisme, berarti melindungi dan mencegah supaya paham-pahaman yang seperti ini tidak masuk dalam pola pikir para pemuda, apa yang harus dilakukan pemuda ? ya jelas dengan melakukan hal-hal yang positif dan memperbanyak IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa) sebagai penguatan dalam diri,melakukan hal yang tidak mengandung kekerasan serta radikal, harus bijak dalam menguasai sosial media sebab hal yang mudah di jangkau segala informasi sekarang itu melalui media sosial maka dari itu kita pemuda harus piawai dalam bermedia sosial tidak menyebarkan berita-berita hoax tidak membagi-bagikan hal atau peristiwa ancaman-ancaman teroris karena hal itu membuat ketakutan di tengah masyarakat perlu di ketahui tujuan utama para teroris itu adalah membuat ketakutan serta ke gaduhan dan kekacauan di negara ini. Sebagai pemuda kita harus jadi garda terdepan dalam melakukan hal-hal yang positif.

Pengurus Cabang GMI Muratara menghaturkan Terima kasih kepada seluruh Pemateri dan Peserta yang hadir kalian luar biasa.

READ  Kapolda Sumsel Terima Kunjungan FKPT Sumsel 

Milenial Solid
Milenial Bersinergi
Pemuda Indonesia Menang.

(Danaz)