Muratara disorotin KPK MPC Rendah.Imam Safe’i : ‘Bupati Muratara Harus cepat Copot yang mentonggop’

Coga Opini1554 Dilihat

MURATARA|coganews.co.id – Dua Bulan Lebih Kepemimpinan H.Devi Suhartoni -H.Inayatullah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)akan mengambil langkah cepat agar MPC Muratara naik dan aktifnya pelaporan Wajar tanpa Pengecualian (WTP) kembali menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah II Sumatera Selatan. tentang permasalahan yang ditinggalkan oleh pemimpinan Kepala Daerah Terdahulu.

Yang mana pada masa jabatan periode tahun 2015-2020 diketahui hampir 10 indikator permasalahan ditinggalkan Kepemimpinan HM Syarif Hidayat Mantan Bupati Muratara.Salah satunya terkait nilai Monitoring Centre for Prevention (MPC) terendah di Provinsi Sumatera Selatan ini yang di cari akar kusutnya penyebab rendahnya MPC tersebut“.

Menanggapi sorotan KPK yang terjadi di Kabupaten Muratara. Selaku Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jambi merupakan putra asli putra Muratara Imam Safe’i Saat diwawancarai Wartawan coganews.co.id.Sabtu (08/05).

“Imam Safi’i Dosen Universitas Jambi Program Studi Ekonomi Pembangunan mengatakan setidaknya ada tiga penyakit yang menyebabkan kepemimpinan Mantan Bupati Muratara periode 2015/2021 yang sudah amburadul, sehingga Bupati saat ini harus berkerja keras mulai dari yang tergabung digrup Whatapp KPK yakni Sekda dan Inpekstorat harus cepat memperbaiki MPC ini,ya kalau tidak sanggup mundur dong dari jabatan tersebut,saya berharap ini faktor yang harus di evaluasi oleh Bupati Muratara

READ  Update COVID-19 Muba: Bertambah 9 Kasus Sembuh, 2 Positif, 1 Meninggal Dunia

Yang sangat tersoroti oleh publik adalah delapan masalah ditinggalkan Mantan Bupati tentang Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Managemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Managemen Aset Daerah, dan Tata Kelola Dana Desa. Dari delapan indikator inilah membuat titik awal jadi sorotan bagi (KPK) Wilayah II Sumsel. “Paparnya.

Dilanjut Imam Kita tau carut marut kepemimpinan Kepala Daerah Terdahulu berdampak lemahnya komitmen untuk reformasi birokrasi dan lemahnya SDM birokrasi tahun 2020 dan masih terdampak pada tahun 2021,sekali lagi saya minta kepada Bupati agar segera Job Fit terhadap penjabat Muratara yang tidak berkualitas untuk kemajuan Kabupaten Muratara.

READ  Sinergi Alumni SMANTA Lubuklinggau Dengan Komunitas Jum'at Sedekah Peduli Covid-19

Ia berharap sebagai putra asli daerah muratara. pada kepemimpinan Bupati H. Devi Suhartoni bisa memberikan kontribusi dengan pemikiran yang intelektual yang dimilikinya,serta agar Bupati menempat orang yang berkompeten sesuai bidang, terutama BKSDM dan Inpektorat dan Auditor yang handal di bidangnya dan copot yang Mentonggop (bahasa Muratara orang yang tidak bisa apa-apa)

Saya juga menilai pasti Bupati Muratara HDS sudah persiap SDM yang hardal untuk meningkat MPC ini.

“Dengan kepemimpin Bupati Periode 2021 sampai 2024 nanti bisa memberikan suatu peningkatan lemahnya komitmen untuk reformasi birokrasi dan menunjukan perubahan kembali SDM birokrasi di Muratara “Tutupnya agar kabupaten Muratara bebas dari para sengkuni yang tidak ingin Muratara lebih baik. (AJR)