Atasi Penyalahgunaan Narkoba Sebelum Merajalela Kegenerasi Bangsa

Coga Pendidikan244 Dilihat

Nama : Elvi Oktavianti
Bp : 1804136
Kampus : Universitas Perintis Indonesia


Pengguna narkoba masih saja terus berkembang, menyusuri semua kalangan dari tua, muda, kaya, tak berada bahkan pejabat negara. Semuanya seakan berada dalam satu kasta, sama- sama bergelar sebagai “Pengguna Narkoba”. Narkoba memang tak pernah pandang bulu, mampu menggoda siapa saja tak peduli bagaimana keadaannya termasuk saat pandemi korona. Yang lebih mirisnya sasaran dari penyebaran narkoba adalah kaum muda atau remaja.


World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.


Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibukota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial. Heru menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengkonsumsi narkoba.


Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara NAPZA merupakan singkatan dari narkotika, prikotropika, dan zat adiktif lainnya. Meskipun kenyataannya napza lebih luas cakupannya dibanding narkoba, namun keduanya sama-sama berbahaya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman yaitu candu, ganja dan koka. Yang mana tanaman ini sering disalah gunakan untuk diri sendiri maupun di jadikan sebagai ladang bisnis untuk meraup keuntungan.
Penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda makin hari kian meningat, terbukti dengan maraknya penyimpangan perilaku anak bangsa yang dapat mecederai negara. Generasi muda yang di gadang- gadang menjadi penerus bangsa yang tangguh dan cerdas hanya tinggal kenangan semata. Karena generasi yang diharapkan tersebut semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf yang mematikan. Mereka tidak dapat lagi berfikir dengan kritis dan logis. Sehingga menjadikan mereka sebagai generasi tanpa masa depan.

READ  Jenis-Jenis Pemakai dan Pengguna Pemakai Perpustakaan


Bila semakin banyak generasi bangsa yang terkontaminasi oleh narkoba, maka bangsa kita bisa menjadi bangsa yang tertinggal. Padahal dahulu bangsa kita menjadi bangsa yang sangat dihormati, bukan saja karena pemimpinnya soekarno melainkan karena perjuangan generasi muda yang bekerja keras untuk menjunjung nama bangsa. Tidak seperti sekarang, generasi modern yang bisa dibilang mempunyai sifat malas bahkan berpangku tangan untuk masa depannya sendiri. Betapa malang nya negeri ini jika pemuda pemudi harapan bangsa tak dapat lagi diharapkan untuk bangsanya.


Narkoba telah berhasil meporak porandakan hidup manusia dengan menyuguhkan kenikmatan sementara hingga membuat mereka terpedaya. Mengonsumsi narkoba menghasilkan sensasi yang berbeda, membuat kita dapat berhalusinasi bahkan tetap terjaga. Namun, apabila berhenti menggunakannya dengan tiba-tiba akan tahu dampaknya, yaitu timbul rasa sakit yang begitu hebatnya atau lebih dikenal dengan istilah sakau. Bahkan dampak paling buruk yang ditimbulkan adalah meregang nyawa.


Mengonsumsi narkoba dapat mematikan kreativitas anak bangsa. Narkoba dapat merusak sel-sel otak mereka sehingga yang mereka fikirkan hanyalah narkoba dan narkoba. Jika otak mereka sudah terkontaminasi oleh narkoba, maka tidak ada lagi kreativitas yang tersisa. Tidak hanya sebatas itu, mengonsumsi naroba juga menyebabkan mental dan psikologi anak menjadi rusak. Mengonsumsi narkoba tidak hanya berdampak buruk pada sipemakai tapi juga menimbulkan efek bagi keluarga mereka karena merasa malu oleh tetangga serta mereka juga dikucilkan.


Tingkat kematian akibat penyalahgunaan narkoba masih saja terus meningkat setiap tahunnya. Sama halnya dengan korona yang telah menjatuhkan ribuan korban, narkoba seakan tak kalah berbahaya, tak kala ingin saing untuk melupuhkan lawannya. Terbukti dengan informasi yang diterima oleh BNN bahwa sekitar kurang lebih 50 orang meninggal dalam satu hari akibat narkoba serta jumlah korban yang disebabkan oeh barang haram itu meningkat dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.


Hingga saat kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak dapat dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dengan mudah mendapatkan narkoba dari oknum-onum yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut tentu saja dapat mengkhawatirkan orang tua, masyarakat dan pemerintah. Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan oleh pemerintah, namun masih sedikit membuahkan hasil untuk menghindarkan narkoba dari kalangan dewasa, remaja, bahkan anak-anak pun banyak yang terjerumus kedalam penyalah gunaan narkoba. Mengingat upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah tersebut seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjaga diri untuk tidak tergoda oleh narkoba dengan cara membentengi diri memperkokoh keimanan, mendekatkan diri kepada allah, rajin beribadah, dan menjaga pergaulan. Kita harus senangtiasa memupuk rasa solidaritas antar sesama demi kelangsunggan hidup bangsa apalagi ditengah-tengah musibah yang mendera. Pemberantasan narkoba harus dilakukan terus-menerus semua pihak harus bekerja sama mulai dari upaya pengontrolan diri setiap masyarakat tentang bahaya narkoba, dari lembaga pemerintahannya maupun generasi muda indonesia yang sebaiknya sadar dan mau mengejar ketertinggalan.

Gairah yang terbarukan untuk dapat melakukan pencegahan narkoba tidak hanya sebatas sosialisasi, penyuluhan, atau publikasi, tetapi melalui bidang kreasi yang mereka tekuni ternya mampu untuk mendulang derajat kesehatan bangsa dalam bernarkoba. Maka dari itu kita harus melakukan upaya nyata untuk menghentikan peredaran narkoba agar menyelamat masa depan negara kita dari kehancuran beberapa tahun yang akan datang akibat narkoba.
(Danaz)