oleh

Selamat Jalan Bunda Rachmawati Puteri Terkasih Sang Proklamator

JAKARTA (COGANEWS.CO.ID) Mengagetkan itulah rasa pertama kali yang muncul di benak saya ini ketika kemarin Sabtu 3 Juli 2021 mendengar kabar bahwa Bunda Rachmawati Soekarno Putri telah berpulang.

Mengenang sosok mendiang Bunda Rachmawati tentunya tak terlepas dari peran sentral Tokoh Pejuang Srikandi ini pada saat Pilpres 2019 silam yang penuh dengan keriuhan, gegap gempita semangat para relawan pendukung paslon 02 di seantero penjuru Tanah Air Indonesia.

Sungguh luar biasa peran dan perjuangan Bunda Rachmawati walaupun tengah didera sakit dan duduk diatas kursi roda namun begitu terasa sekali pancaran aura kharismatik sosok Ayahanda Bung Karno yang melekat dalam diri Bunda Rachmawati yang selalu bersemangat, aspiratif, pantang menyerah, pemberani, cerdas, negarawan dan dekat ‘nyaris tanpa jarak’ dengan kawan-kawan relawan seperjuangan apalagi di Barisan Relawan Emak-Emak Militan pendukung paslon 02.

Terakhir kali saya bertemu Bunda Rachmawati dengan beberapa tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya bersama kawan-kawan para ketua komunitas relawan paslon 02 terutama di barisan emak-emak militan di dalam sebuah forum informal di ruangan kerja Bunda Rachmawati di kampus Universitas Bung Karno (UBK) dibilangan daerah Cikini, Menteng-Jakarta Pusat. Pada forum itu nyata sekali ketegasan Bunda Rachmawati yang ketika itu menolak hasil pilpres dan menolak berkoalisinya paslon 01 dengan paslon 02 dimana sikap itu dibuktikan oleh gugatan Bunda Rachmawati dengan Tim Advokasinya ke Mahkamah Agung yang akhirnya gugatan tersebut berhasil dimenangkan oleh Bunda Rachmawati dimana Mahkamah Agung memutuskan menghukum KPU dengan membatalkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 5 tahun 2019.

Begitupun ketika saya dan beberapa kawan-kawan aktivis, Yan Coga, Ruben, Ali pusing dan para relawan seperjuangan yang mendukung paslon 02 pada pilpres 2019 yang dijebloskan ke dalam tahanan selama lebih kurang 1 tahun karna dituduh melakukan aksi makar terhadap negara karna ingin menggagalkan pelantikan presiden Jokowi-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 medio bulan september – oktober 2019 dimana pergerakan nasional saat itu juga dibarengi oleh aksi-aksi unjuk rasa dari mahasiswa dan para pelajar STM dan SMA yang berjuang bersama-sama dengan para relawan paslon 02 didepan gedung DPR/MPR Senayan yang berakhir rusuh di Ibukota Jakarta atau peristiwa ini lebih dikenal dengan istilah “Crakdown September” di Jakarta jelang pelantikan presiden 20 Oktober 2019.

Dalam kasus aksi makar saya ini tentunya peran Bunda Rachmawati juga sangat besar dimana melalui seorang ‘penghubung’ salahsatu kepercayaan Bunda Rachamawati akhirnya nasib saya dan kawan-kawan tahanan politik (Tapol) lainnya yang dipenjara dapat diketahui langsung dan direspon oleh Bunda Rachmawati pesannya kepada saya dan kawan-kawan yang di penjara ternyata begitu tinggi dalam memberikan Motivasi, Dukungan Moral dan Semangat Juang sehingga saya dan kawan-kawan TAPOL lainnya tetap tenang dan tetap bersemangat dalam menghadapi proses hukum sidang makar terhadap negara hingga tuntas.

Terakhir sebenarnya serasa berat untuk saya mengucapkan ‘Selamat Jalan Bunda Rachmawati Puteri Terkasih Sang Proklamator’ ini namun ternyata Tuhan Yang Maha Kuasa lebih menyayangimu.
Dan tentunya bagi kita semua kaum aktivis jalanan, Eks-TAPOL dan para relawan pejuang apalagi di barisan Komunitas Emak-emak militan di seluruh Indonesia akan menjadi saksi sejarah bahwa Bangsa ini telah kehilangan sosok besar Pejuang Srikandi Indonesia yang harum namanya itu yang akan selalu melekat abadi dan tetap dikenang sepanjang masa.

Cibubur, 4 Juli 2021

Akbar Hussein
(Aktivis Jalanan & Eks-TAPOL 2019)

Berita Lainnya