oleh

Campioni D’Europa! Belajar Esensi Bangkit dan Berdaya dari Ketangguhan Italia

Oleh: Dandi Nazor (Danaz)| Penulis – Insan Olahraga, Kesra KONI Kota Palembang

Coganews.co.id | JakartaTo be The Champion you have to give everything you have. Begitulah petikan penyemangat bagi kita yang sedang dan akan terus berjuang menapaki terjalnya pertandingan kehidupan.

Gli Azzuri tampil dengan skuad trengginas dan totalitas tanpa sepeserpun seri apalagi kekalahan sehingga klimaksnya Italia keluar sebagai juara Piala Eropa 2020 setelah mengalahkan Inggris 3-2 via adu penalti di rumahnya Inggris Stadion kebanggaan Klub Raksasa Inggris Chelsea, Wembley Stadium pada Senin (12/7/2021).

Skuad Italia Juara Euro 2020 bersama Sergio Mattarela Presiden Italia

Pertandingan fastantis ini meminjam istilah Jose Mourinho telah menghentikan bumi berputar dan menyetop seluruh aktivitas manusia, banyak orang di seluruh penjuru dunia meyakini The Three Lyon akan mudah mengalahkan Gli Azzuri dengan skuad 22 triliun yang penuh talenta bintang jika harus head to head pun ditambah sebagai tuan rumah, tentu sangat mudah untuk membuat skenario mulai dari wasit, dukungan supporter untuk menjatuhkan mental dan lainnya.

It doesn’t matter! Giorgio Chiellini dan kawan-kawan seolah-olah menegaskan “Kito Pacak Man Kito Kompak!” lalu diiyakan oleh sang King Maker Roberto Mancini “Kito Pacak Man Kito Galak!” dan pamungkas nya dilengkapi oleh Ketua Tim Delegasi nya Gianluca Vialli “Tutto Vero! Kito Pacak Kito Galak, Italia Juara!

Sebelumnya di waktu normal, skor Italia vs Inggris sama kuat 1-1. Gol Inggris dicetak Luke Shaw pada menit kedua, namun dapat dibalas Leonardo Bonucci di menit 67.

Nothing impossible but nothing is simple! Perjuangan Italia dalam perhelatan paling bergengsi di benua biru tidaklah mudah,bisa dikatakan seperti keluar dari lubang jarum.

Bagaimana tidak, ketangguhan dan ‘endurance and struggle‘ Italia menjuarai Piala Eropa 2020 mirip seperti ketika Gli Azzurri -julukan Italia– juara Piala Dunia 2006.

Jelang tampil di Piala Dunia 2006, sepakbola Italia diserang kasus yang takkan pernah dilupakan pencinta sepakbola Negeri Piza. Saat itu, Juventus, AC Milan, Fiorentina dan Lazio dinyatakan terlibat kasus pengaturan skor atau biasa disebut Calciopoli.

Akibatnya, Juventus dinyatakan terdegradasi ke Serie B dan memulai kompetisi dengan pengurangan 30 poin (sebelumnya akhirnya hanya dihukum minus 9 poin). Sementara AC Milan, Lazio dan Fiorentina masih cukup beruntung karena hanya mendapat pengurangan poin, tanpa harus terdegradasi.

Semua itu memupuk subur rasa pesimis persiapan Timnas Italia dan tentu menjadikan turbulensi dahsyat bagi psikologis para pemain. Terlebih, banyak pemain Timnas Italia yang tergabung di Juventus, AC Milan dan Fiorentina.

Beberapa di antaranya Gianluigi Buffon dan Alessandro Del Piero (Juventus), Andrea Pirlo dan Alessandro Nesta (AC Milan) serta Luca Toni (Fiorentina). Namun, lewat persiapan matang, Italia racikan Marcello Lippi tetap keluar sebagai juara.

Sama persis, di laga puncak, Italia menang 5-3 via adu penalti atas Prancis. Sebelumnya di waktu normal, skor sama kuat 1-1.

Dunia saat ini semakin kepo bagaimana dengan persiapan Italia sebelum Piala Eropa 2020?

Dua bulan sebelum penyelenggaraan Piala Eropa 2020, ada tiga klub Italia yang turun di ajang Liga Super Eropa yang notabene kompetisi tandingan Liga Champions.

Mereka ialah Juventus, Inter Milan dan AC Milan. Akibatnya, UEFA bertindak tegas dan hendak mencoret ketiga klub di atas dari seluruh kompetisi garapan UEFA. Beruntung, AC Milan dan Inter Milan mengundurkan diri dari Liga Super Eropa, sedangkan Juventus masih bertahan.

Perdana Menteri Italia Conte

Belum lagi ditambah berita yang menggemparkan dunia yang menyebabkan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menyerahkan tanda pengunduran dirinya kepada Kepala Negara pada Selasa (26/1/2021) lalu lantas krisis ekonomi, politik dan gelombang Covid-19 yang semakin menggulung stabilitas negara Julius Cesar tersebut. Banyak kecaman dari dalam maupun dari luar, namun Italia mampu bangkit dan berkarya menjadi Juara Eropa 2020! Fastastis nan dramatis.

Untuk Juventus klub Sang Kapten Kharismatik Italia Chiellini, tak hanya terancam dicoret dari Liga Champions, tapi juga Liga Italia. Namun, pada akhirnya Italia tetap berjaya meski dilanda isu di atas. Italia mengalahkan Inggris di kandang lawan dengan skor 3-2 via adu penalti.

Belum lagi ditambah berita yang menggemparkan dunia yang menyebabkan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menyerahkan tanda pengunduran dirinya kepada Kepala Negara pada Selasa (26/1/2021) lalu lantas krisis ekonomi, politik dan gelombang Covid-19 yang semakin menggulung stabilitas negara Julius Cesar tersebut. Banyak kecaman dari dalam maupun dari luar, namun Italia mampu bangkit dan berkarya menjadi Juara Eropa 2020! Fastastis nan dramatis.

Layaknya sajian Pizza Hut, panas memang namun tetap terasa begitu nikmat.

Esensi hikmah nya masalah di luar lapangan tidak mengganggu Italia untuk keluar sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2020.

Senyuman

Tentu persahabatan dan senyuman harmonis antara Roberto Mancini dan Gianluca Vialli juga menjadi password atas kejayaan di Wembley. (Danaz)

Berita Lainnya