oleh

Sarimuda, Petarung Tak Kenal Kata Menyerah

Sebuah Apresiasi terhadap Semangat Juang Sang Petarung

Kali ini inspirasi saya muncul saat memilah-milah siapa tokoh berikutnya yg akan saya tulis setelah HD dan AN.
Dan tanpa ragu saya memilih nama H. Sarimuda (SM).


Apa esensi yg ingin saya ungkapkan kepada pembaca dari ketokohan seorang SM ?
Padahal boleh dibilang predikat “spesialis runner up” sering diistilahkan oleh sebagian tokoh2 politik kepada beliau.
Ya, jika dilihat dari rekam jejak politik SM memang kelihatannya dewi fortuna blm berpihak padanya.


Empat kali mengikuti kontestasi pilkada kota Palembang, SM gagal merebut puncak kekuasaan tertinggi sebagai Walikota.
Bahkan pada pilwako thn 2013 beliau “nyaris” memenangkan kontestasi tersebut, namun ternyata takdir menentukan lain.

Saya tidak akan mengulas secara mendalam ttg kronologis perjalanan politik SM, karena dulu diberbagai media sudah banyak yg mengulasnya.
Namun saya lebih tertarik utk memahami jiwa petarung SM, yg seakan memiliki “nyawa rangkap” didalam kancah perpolitikan di Sumsel maupun di kota Palembang.


Seorang petarung pastinya memiliki nyali macan. Didalam kamus hidupnya tidak mengenal arti kata,”Takut” atau gentar.
Bahkan seolah SM tak ada matinya dlm kancah politik. Meski bbrp kali mengalami kekalahan, SM selalu bangkit lagi dan tetap survive.
Jujur, tidak banyak tokoh yg memiliki nyali macan dan mental baja seperti SM.
Oleh karena itu siapapun patut memberikan rasa hormat dan respek kepada beliau sebagai petarung sejati.
Dan satu lagi kelebihan SM, yakni kemampuannya menggalang massa pendukung yg militan. Tentu kita masih ingat dgn organisasi sosial kemasyarakatan FAKEM (Forum Amal Kematian) yg dibentuk oleh SM, maka SM berhasil membangun jaringan yg mengakar dan solid.
Aktifitas sosial yg dilakukan PAKEM mampu menarik simpati masyarakat luas di kota Palembang.
FAKEM mampu memobilisasi warga utk kepentingan perjuangan politik SM, dan mampu mengimbangi pergerakan politik incumbent yg notabene bertumpu pada kekuatan mesin politik birokrasi.
Sayang, sekali lagi sayang, dewi fortuna belum berfihak kepadanya.
Lantas apakah SM.tenggelam.dengan bbrp kegagalan karir politiknya,?
Tidak !, justru saat ini SM kembali menunjukkan jatidirinya sebagai tokoh mumpuni yg mampu bangkit dari keterpurukan.
Banyak kalangan tokoh2 di sumsel yg angkat topi terhadap SM, dimana saat ini beliau mendapat kepercayaan dari gubernur HD untuk memegang kendali perekonomian di kawasan Tanjung Api2 sebagai dirut PT. Sriwijaya Mandiri Sumsel.
Kawasan yg sangat strategis sebagai pintu gerbang perekonomian Sumsel dimasa depan.


Dengan berbagai pengalaman baik dibidang pembangunan infrastruktur, bisnis, politik dan sosial, maka sosok SM merupakan sosok yg kapabel utk mampu mengubah wajah tanjung api2 menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api2 yg juga diberikan otoritas utk mengelola serta mengatur transportasi batu bara melalui track khusus, kerjasama dengan PT. KAI.
Dan sebagai salah satu dari sekian banyak org yg menaruh respek thd beliau, saya memberikan apresiasi dan dukungan moril, semoga SM mampu mengemban misi mulia tersebut.
Memang sejatinya, kesuksesan bisa datang dari mana saja, dan kadang tak dapat di prediksi.


Doa saya semoga pak Sarimuda tetap diberikan kesehatan lahir dan batin utk terus memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi pembangunan di Sumsel.
Terima kasih pak SM karena telah memberikan warna yg kuat dalam perpolitikan di Sumsel dan khususnya Kota Palembang.
Satu kalimat apresiatif buat beliau ‘ Politik tanpa kehadiran SM maka akan terasa hambar”.

Salam Takzim
Suparman Romans
Presidium LKKPPD
Prov. Sumsel

Berita Lainnya