oleh

Lord Luhut Menuai Banyak Kecaman di Tengah Perang Lawan Pandemi Covid-19 Semakin Sengit

Covid-19 Terkini Semakin Meretakkan Kepercayaan Publik Terhadap King Maker Kepercayaan Presiden

Coganews.co.id | Jakarta – Dikenal sebagai Menteri Segala Urusan dengan kemampuan lobi go global dan aura kharismatik yang teramat kuat, bahkan figur ini menjadi salah satu kunci merapatnya Prabowo rival Jokowi ikut gabung ke jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Maka tidak heran lagi publik jika di kabinet Jokowi, Luhut memegang posisi kunci. Mantan Danjen Kopassus ini yang ’mengarahkan Jokowi’ dalam banyak hal. Lihatlah ketika Jokowi menjadi presiden, Luhut memegang posisi yang sangat penting yaitu Kepala Staf Kepresidenan, sebuah ‘posisi strategis yang membawahi’ semua menteri, Menko Polhukam dan saat ini Menko Kemaritiman.

Tak sedikit netizen menyematkannya dengan sebutan ‘Lord Luhut’, orang kepercayaan Presiden Jokowi yang selalu menuai kotroversi lewat aneka statement dan gerak lincahnya.
Tak luput juga dari Cendekiawan muslim, Ulil Abshar Abdalla mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyerahkan tanggung jawab penanganan pandemi ke Luhut Binsar Pandjaitan.

Ulil menilai bahwa Jokowi telah melakukan kesalahan besar terkait penanganan pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu, Jokowi menunjuk Luhut sebagai koordinator PPKM Darurat Jawa Bali.

Kesalahan terbesar Pak Jokowi hari-hari ini, saat gelombang pandemi begitu dahsyatnya: menyerahkan kendali pandemi di Jawa-Bali ke Luhut,” cuitnya melalui akun Twitter @Ulil pada Rabu, 14 Juli 2021.

Adapun kesalahan terbesar Luhut setelah diserahi kendali, menurut Ulil, adalah mengatakan bahwa pandemi sudah terkendali. Bahkan tidak sesuai dengan bidang nya, jauh dari harapan masyarakat.

“Sementara kenyataan di lapangan parah sekali,” kata Ulil dengan menekankan pada kata ‘parah’.

Ulil menilai bahwa Presiden Jokowi seharusnya terjun sendiri untuk memimpin “perang” melawan pandemi.

Menurutnya, Jokowi bisa mendelegasikan beberapa tugas kepada beberapa pihak, namun harus tetap berperan sebagai Panglima.

“Situasi parah begini, tapi saya ndak melihat kepanglimaan itu pada Presiden. Sedih,” katanya.

Lebih lanjut, Ulil menyebut bahwa kesalahan terbesar kedua Jokowi adalah melakukan sesuatu secara diam-diam, seperti mengizinkan adanya vaksin berbayar, bahkan untuk individu.

Dan yang menyakitkan bagi saya: vaksin berbayar itu dinamai Vaksin Gotong Royong. Padahal semangatnya jauh dari ajaran Gotong Royong. Ya Allah, negeriku,” ungkapnya.

Bukan hanya mengkritik Presiden Jokowi dan Luhut, Ulil juga mengkritik Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ia menyesalkan bahwa dalam situasi pandemi yang sedang parah-parahnya, Wapres justru meminta supaya masjid diizinkan untuk tetap dibuka.

Idealnya Pak Wapres ini kan meniru Saudi begitu: pandemi sedang parah-parahnya. Ibadah kolektif distop sementara. Kan gitu. Lho iki piyeee,” tandasnya. (Riil/Danaz)

Berita Lainnya