oleh

KITA BERADA DI BADAI YANG SAMA TETAPI TIDAK DI KAPAL YANG SAMA

SUMSEL PALEMBANG (COGANEWS.CO.ID) PPKM Darurat resmi berubah nama menjadi PPKM Level 4 sejak dideklarasikan oleh Lord Luhut Panjaitan pada 21/7. Perubahan nama ini bertujuan untuk memulihkan kondisi tekanan psikologis masyarakat dengan padanan kata ‘darurat’ yang seolah berkonotasi gawat darurat, emergency, genting dan mengkhawatirkan! Bukan maksudnya ala-ala game online dengan memasuki level-level gituan.

Memasuki zona PPKM (Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat) adalah pilihan yang benar-benar membuat masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang dengan kuat nan erat. Bak buah simalakama, diikuti mati Ibu toh tidak dituruti mati Bapak.

Yan Coga, Calon Walikota Palembang 2024-2029 Jalur Independen menyampaikan,

Yan Coga calon walikota Independen

“Di Kota Palembang dan di beberapa kota besar lainnya, banyak lapak tempat kerja ‘dipaksa’ kerja paruh waktu, Work From Home (WFH), bahkan tutup pintu, tidak sedikit yang tutup periuk serta gulung tikar. Belum lagi penyekatan dimana-mana yang justru mendatangkan masalah baru sehingga banyak netizen melempar komentar PPKM sama dengan Pelan Pelan Kita Mati, Pak Presiden Kapan Mundur dan masih banyak lagi.

Namun, di lain sisi lain ini efektif menurunkan keganasan virus yang entah sampai kapan minggat ini.

Lanjut oleh Ketua FORBES KNPI Sumsel ini, Dulur-dulur yang berjuang di kantor, lapangan, darat, udara, lautan bahkan di rumah aja tentu memiliki beragam kesan atas kebijakan-kebijakan Pemerintah selama era pandemi ini.”

Yan coga, Dandi Nazor, Hadi Timur

Ditambahkan juga oleh Dandi Nazor, CEO Sinergi Institute

“Kita tidak boleh berlebihan dengan mereka yg memang harus keluar rumah untuk bekerja oleh beban moral dipundak dan desakan kebutuhan hidup sehari-hari.

Well, jika PPKM aja level-level nya so perjuangan tiap orang dalam masa Covid-19 ini tidaklah sama, ada level-level nya juga loh…

See… Ada yang diberi KELEBIHAN MATERI untuk bisa #DiRumahBae, #DiRumahSaja..”

Dengan nada yang sama M.Hadi Ketua Kawan Milenial (KM) Sumsel turut menyatakan,
” Tidak sedikit ada juga yang BERDARAH-DARAH dengan segala keterbatasannya terus ‘berperang’ menghadapi pandemi ini.

Dulur-dulur sekalian, yang harus bisa kita lakukan adalah TETAP TENANG DAN PRODUKTIF. Jadikanlah Protokol Kesehatan Covid-19 sebagai life style (gaya hidup) seharian seperti Meningkatkan Ibadah, Menjaga Diri dan Keluarga, Memakai Masker, Minum Vitamin, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak Aman, Mengurangi Mobilitas dan Menghindari Kerumunan.”

Para Tokoh Pemuda Sumsel tersebut mengajak bahwa masyarakat harus bisa bangkit meskipun ditengah suasana yang serba sulit, jangan sekali-kali menjustifikasi orang lain. Karena, saat ini kita berada di BADAI YANG SAMA, namun TIDAK DI KAPAL YANG SAMA

Memang sudah semestinya tiap-tiap kapal harus berlayar untuk mencari jalan keluarnya dari badai ini. Jangan terlalu lama terombang-ambing apalagi sampai karam.

Jangan kasih kendor, aku dan kamu harus menjadi KITA dalam menghadapi badai ini.

Badai pasti berlalu, pastikan TUHAN ada di dalam Kapal KITA dan Memegang Kendali atas Kapal Kita. (Danaz)

Berita Lainnya