Dewa Wijaya: Atlet Membanggakan Tak Mungkin Hadir Secara Instan

Coganews.co.id | Banten – Kebanggaan daerah yang diraih dari prestasi atlet tak mungkin datang dengan cara instan. Harus melalui rangkaian proses serta tercukupinya syarat dan sebab untuk meraih prestasi tersebut.

Menyadari hal itu, AKBP Dr. Dewa Wijaya, SH, MH, Ketua Perkemi (Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia) Prov. Banten menyiapkan rencana dan langkah konkret untuk mengharumkan nama daerah melalui prestasi bela diri ini.

“Akan mustahil mengharumkan nama daerah melalui prestasi olah raga bela diri Shorinji Kempo, jika syarat dan sebabnya tidak terpenuhi terlebih dahulu,” kata Dr. Dewa Wijaya saat launching kesiapan Perkemi Prov. Banten menuju PON XX Papua di alun-alun Griya Asri Serang, Banten (12/09/21).

READ  HD Paparkan Capaian dan Komitmen Pembangunan Kedepan di HUT ke-79 Sumsel

Mengharumkan nama daerah melalui prestasi olah raga bela diri ini, disebut Dewa harus diawali dengan penjaringan atlet berbakat dari tingkat paling dasar. Maka harus ada Dojo atau tempat latihan beladiri Shorinji Kempo di setiap daerah sebagai fasilitas menjaring atlet muda berbakat.

“Setelah itu harus ada kompetisi-kompetisi rutin yang digelar secara bertahap. Dari tingkat daerah antar Dojo, hingga level provinsi.” lanjut pria yang tercatat masih aktif sebagai perwira di Mabes Polri tersebut.

“Karena dengan keberadaan banyak Dojo dan banyak kompetisi pertandingan, semangat Shorinji Kempo akan membumi di tengah masyarakat. Sehingga akan banyak generasi muda yang bergairah mempelajari dan menjiwai seni beladiri ini,” sambungnya.

Di era banyaknya pengaruh sekarang ini, Dewa meyakini semangat dan philosofi Shorinji Kempo akan mampu mengarahkan anak generasi penerus bangsa pada kegiatan lebih positif. Sehingga lebih memaknai dan mengisi masa kemerdekaan dengan produktif serta akan lebih mengerti cara untuk mencintai tanah air.

READ  Kades di Muratara Bantah Adanya Pungutan Biaya Pelantikan

“Setiap ada atlet yang memenangkan pertandingan pada kompetisi internasional, disitu lagu kebangsaan Indonesia Raya akan membahana. Tak bisa dibohongi, pasti kita semua akan langsung merasakan gairah nasionalisme mengalir deras dari dada hingga ke seluruh tubuh.” tutup Dewa dengan nada bicara lantang dan optimis. (Azed)