Khotmil Qur’an dan Doa Bersama Mengenang 40 Hari Meninggalnya Almh Percha Leanpuri, Ini Pesan UAS

Coga Religi224 Dilihat

Coganews.co.id | Griya Agung, Palembang – Ada lima hal yang pasti akan manusia temui: Tua, Miskin, Sempit, Sakit dan Mati. Maka, sebagai insan kamil kita harus menyediakan payung sebelum hujan, mempersiapkan bekal sebelum semua itu menghampiri.

Tepat 40 hari yang lalu meninggalnya putri kebanggaan Sumatera Selatan Almarhumah Hj Percha Leanpuri Binti H.Herman Deru yang meninggal dunia pada 19 Agustus 2021, ratusan para pentakziah mulai dari Forkompinda Provinsi Sumatera Selatan, Bupati dan Walikota beserta Wakilnya, tokoh ulama, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum hadir di Griya Agung untuk mendoakan kepergian putri Sulung Gubernur Sumsel Herman Deru.

Hadir juga Ustadz Abdul Somad (UAS) yang memberikan tausiyah dalam acara mengenang 40 hari meninggalnya almarhumah Hj Percha Leanpuri, Rabu malam (29/9/2021).

Acara dimulai dengan pemutaran In Memorium semasa putri kesayangan Gubernur Sumsel ini hidup lalu pembacaan surat Yasin, Tahlil dan do’a kemudian dilanjutkan lantunan ayat Suci Al-Quran.

Ustadz Abdul Somad mengungkap memorium kenangan bahwa sebelumnya ia pernah bertemu dengan Almarhumah Percha, UAS kaget mendengar kabar meninggalnya salah satu anak Gubernur Sumsel Herman Deru.

READ  Herman Deru Meresmikan Majelis Taklim Nahdatul Ulama PWNU

“Saya pernah bertemu dengan ananda Percha waktu peresmian masjid sekitar empat bulan yang lalu. Waktu itu saya bersama pak Herman Deru memberi tahu saya ada anaknya yang lagi hamil dan suaminya mau berfoto sama saya, ” kata UAS di sela-sela tausiyah.

Sepanjang tausiyah, UAS kerap membicarakan soal ujian dalam kehidupan. Termasuk Gubernur Sumsel Herman Deru yang tengah diberi ujian kepergian Percha.

Dikasih ujian dengan jabatan pak Gubernur tetap rendah hati, diuji dengan anak berhasil anaknya, menikah anaknya selamat, ada satu lagi diuji hamba Allah SWT ini yaitu apakah rela menerima takdir yang sudah ditetapkan,” ujar UAS.

Diberi ujian meninggal dunia atau kepergian anggota keluarga yang luar biasa sulit diterima.

Menurut UAS, orang yang meninggal dunia dalam keadaan melahirkan anak termasuk mati syahid, telah melihat tempatnya di surga sehingga saat meninggal, raut wajah tersenyum akan terpancar.

READ  Pemkab Muba Peringati Isra Mi'raj, Wabup Rohman : Tingkatkan Kualitas Ibadah

“Orang yang sedang sakratul maut pasti ketakutan, diambil lah nyawanya sebelum malaikat datang. Setelah malaikat datang, malaikat berbisik kemudian orang yang meninggal syahid diperlihatkan tempatnya di Surga. Itulah yang membuat orang meninggal syahid tersenyum, ” tuturnya.

Begitulah cara Allah SWT memberikan ujian, ada yang sakit, ada yang ujian kerugian, namun yang paling sulit adalah ujian kematian, ” tambahnya.

Dari Almarhumah Hj Percha, UAS menyebut telah mendapatkan pelajaran yang paling utama. Orang yang sudah meninggal dunia lebih bisa menyatukan orang yang masih hidup.

Maksud UAS disini, banyaknya tamu undangan doa dan tahlilan di Griya Agung, membuat orang yang meninggal dunia bisa mempertemukan orang yang masih hidup.

Sedangkan orang yang masih hidup belum tentu bisa menyatukan.

Betapa banyak orang yang meninggal bisa menyatukan orang yang masih hidup. Ini keutamaan, saya petik pelajaran ini dari Almarhumah, ” ungkap Ustadz dengan gelar PhD dari Universitas Islam Omdurman Sudan ini. (Danaz)