Peringati Hari Pahlawan 10 Nopember 2021, Dede Irawan Ajak Kader HMI Se- SUMBAGSEL  Contohkan Spirit Perjuangan Ayahanda Prof. Lafran Pane

Coga News406 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Heroes never die. They live on forever in the hearts and minds of those who would follow in their footsteps.
“Pahlawan tidak akan pernah mati, ia akan tetap hidup di hati dan pikiran orang-orang dengan karya dan jasanya serta jejaknya akan selalu diikuti .”

Indonesia penuh akan sosok-sosok hebat yang mewarnai sejarah panjang dalam perjuangan Kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa dan negara. Sehingga diabadikan dalam peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 Nopember dengan awal mulanya pertempuran habis-habisan pasukan Bung Tomo di Surabaya melawan tentara NICA Inggris dan Belanda, 10 Nopember 1945.

Menyangkut hal tersebut, Dede Irawan Ketua Formatur BADKO HMI Sumbagsel 2021-2023 mensyukuri,

“Alhamdulillah, banyak sudah jasa para Pahlawan yang sudah anak bangsa nikmati. Di hari yang sakral ini, memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2021. Semoga mereka semua diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Tak luput juga, terkhusus tidak sedikit para pejuang, Pahlawan kita yang fenomenal datang dari Sumatera, seperti Ayahanda Prof. Lafran Pane pendiri HMI dari Padang Sidempuan Sumut, Muhammad Hatta Sang Proklamator dari Sumbar, Adam Malik Menlu RI yang menandatangani keanggotaan Indonesia di ASEAN, Sultan Mahmud Badaruddin II perintis Kesultanan Palembang Darussalam yang saat ini diabadikan menjadi nama bandara internasional di Kota Pempek, AK Gani salah satu tokoh pencetus Sumpah Pemuda yang diabadikan juga sebagai Rumah Sakit didekat ikon Jembatan Ampera-BKB, serta ada juga Imam Bonjol, Cut Nyak Dien.

READ  Simposium Bertajuk Masa Depan Tambang Sumsel, Kuy Jangan Sampai Terlewatkan!

Ditambah lagi ada Ibu Negara Fatmawati Soekarno penjahit bendera merah putih pertama kali yang namanya baru-baru dijadikan nama kampus negeri di Bumi Raflessia, serta HAS Hanandjoeddin serta Depati Amir dari Babel”.

Lanjut Dewan, sapaan akrabnya, bahwa sebagai kader Insan Cita momen 10 Nopember ini sangat bersejarah karena bagaimana tidak pendiri HMI Ayahanda Prof Lafran Pane berkat jasa, perjuangan, dedikasi dan kontribusi nya dalam mencerdaskan anak bangsa sudah dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional pada 10 Nopember 2017 lalu.

Eks Pengurus PB HMI ini mengajak,

Sangat relevan tentunya dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini yaitu Pahlawanku Inspirasiku.

Kita mengajak kepada seluruh kader HMI di Sumbagsel untuk sepenuh hati meneladani dan memetik banyak teladan inspirasi dari perjuangan Ayahanda Prof Lafran Pane terhadap bangsa dan negara.

Kita tahu bahwa karier beliau dalam Dunia Pendidikan pernah menjadi Direktur Kursus BI & B II Negeri Yogyakarta, yang diselengarakan oleh Kementerian PP & K dan akhirnya menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UGM. Pelopor berdirinya IKIP Yogyakarta, kemudian pernah menjadi Dekan Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial IKIP Yogyakarta,  pernah menjadi Dosen Fakultas Sospol UGM, Akademi Tabligh Muhammadiyah (ATM) dan Dosen UII, menjadi Dosen IAIN, hingga terjadinya peristiwa 10 Oktober 1963.

Ayahanda Prof Lafran Pane juga mendirikan HMI sebagai bentuk konkret wadah untuk menebarkan manfaat yang banyak terhadap bangsa dan umat, bisa melalui tulisan, kajian, turun langsung ke masyarakat dan lainnya. Jangan pernah kita melupakan jasa para Pahlawan kita.

Dalam kapasitas keilmuan nya Ayahanda Prof Lafran Pane tidak diragukan lagi, dibuktikan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, sejak tanggal 1 Desember 1966, beliau diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Tata Negara, dengan semangat juang yang tinggi ia juga terjun ke dalam KASI (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia), dan menjadi 5 besar pimpinan KASI. Ini sangat menginspirasi kader-kader Insan Cita sekalian.

READ  Jalan Cor Beton di Desa Tanjung Raja di bangun Asal Jadi

Diakhirinya bahwa di era 4.0 ini sangat penting para kader HMI se-Sumbagsel untuk menjadi Pahlawan Masa Kini dengan menjadi pribadi yang futuristik, yakni mampu membaca peluang dan gercep (gerak cepat) menuju masa depan. Tanggap akan digitalisasi dan bisa berkompetisi dengan segala kemampuannya. (Danaz)