Bupati Muratara Salurkan BLT di Kelurahan Karang Jaya.

Coga Daerah82 Dilihat

MURATARA| coganews.co.id- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyalurkan uang Bantuan Langsung Tunai di Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)

Bupati Devi Suhartoni di Dampingi Langsung oleh Asisten 1 Susyanto Tunut,bersama Camat Kecamatan Karang Jaya serta warga kelurahan Karang Jaya.

Bupati Muratara H Devi Suhartoni pada saat pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya menegaskan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), uang BLT tidak boleh membeli keperluan yang sifatnya tidak mendesak.

“Nanti para penerima BLT Kelurahan ini agar jangan beli lemari, perhiasan. Gunakan keperluan mendesak, kebutuhan anak anak sekolah, makan sehari hari,”ujarnya, Kamis (18/11).

READ  Di Forum ESG, Hashim Apresiasi Peran Aktif Perdagangan Karbon Indonesia, Terbesar dari PLN

Bupati menyampaikan pemberian BLT selama ini hanya ada di Desa. Akan tetapi banyak warga komplin, kenapa hanya Desa yang diberikan. Berangkat dari situ Pemerintah Daerah sepakat, bahwa warga kelurahan juga dapat BLT.

“Kelurahan belum dapat. Banyak warga kelurahan komplain terhadap pemerintah. Kenapa hanya Desa yang menerima BLT. Sekarang kebagian semua,”katanya kepada wartawan coganews.co.id.

Ditegasnya, Kriteria penerima secara khusus sudah di atur dalam Permendagri, namun secara umum KPM tidak menerima Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah yang lain, misalkan PKH, BPNT, BST.

Bupati mengharapkan bantuan disalurkan kepada warga dengan anggaran yang terbatas, agar yang benar benar sesuai dengan kriteria Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

READ  Bupati Muratara Terima Kunjungan Danrem 004 Garuda Dempo, Tinjau Lokasi Hibah Lahan BTP

Zul Zaini, Lurah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya menyampaikan, penyaluran BLT di Kelurahannya sebanyak 285 Kepala Keluarga (KK) KPM dengan penyaluran untuk tiga bulan sekaligus.

“Penerima BLT sesuai dengan KPM. Tidak ada unsur intimidasi, unsur kekeluargaan. Gunakan uang dengan sebaik mungkin, jangan digunakan keperluan yang cuma-cuma. Masih banyak warga yang.”Ujarnya dengan singkat. (AJR)