Hari Kedua Peningkatan Kapasitas TPP Sumsel. Kelas Meranti TPP Muratara “Materi siap untuk di Praktisi”.

PALEMBANG|coganews.co.id – Hari Kedua Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kelas Meranti yang di isi oleh TPP Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dengan Pelatih Roby Arissunandar (Koordinator Provinsi Sumatera Selatan), Feri Kadarsyah (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kota Prabumulih) Lili Nirwansa (Pelatih Pusat dari Kementerian Desa PDTT).

30 Orang Peserta dari TPP Kabupaten Muratara terdiri dari 30 orang yang tergabung Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) mengikuti secara serius dalam pemahaman materi yang di papar oleh Pelatih hari ini Jum’at (19/11) di Hotel Beston Ruangan Meranti Meeting room.

Ada pun Materi yang di sampaikan sebelumnya Materi Citra Diri Pendamping Desa, Pokok-pokok Kebijakan Pembangunan Desa sesuai Permendes PDTT Nomor 21 Tahun 2020 dan Pembagunan Desa berbasis data SGDs Desa. Hari ini Pelatih membedah materi diantaranya Partisipasi Masyarakat dalam pemetaan Sosial Pembangunan Desa, Pemberdayaan Masyarakat dalam pemetaan inklusi dan Akuntabilitas Sosial Desa dan Pokok Kebijakan pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui BUMDesa bersama.

Lili Nirwansa (Pelatih Pusat dari Kementerian Desa PDTT).Menyampaikan Materi Partisipasi Masyarakat dalam pemetaan Sosial Pembangunan Desa yang dalam keterlibatan serta masyarakat sangat penting untuk pencapaian kemajuan Desa, kunci kemajuan Desa dapat dilihat keterlibatan masyarakat dalam peran serta musyawarah Desa terutama masyarakat Miskin, Disabilitas, LGBT dan kaum majinal lainya untuk menyampaikan hak yang sama sebagai masyarakat. Sampainya.

READ  Hadiri Tabligh Akbar, Ketua BKMT Muba Sapa Majelis Taklim Babat Toman

Lili diketahui sebagai pengiat Desa/Pelatih dari Kementerian Desa PDTT yang dikenal sebagai sosok perempuan yang sukses membawa perubahan Desa termiskin di Provinsi Jawa Barat menjadi Desa Mandiri menceritakan pengalamanya. “Kunci Sukses suatu desa adalah Keterlibatan semua unsur Desa dan SDM Desa untuk berpartisipasi dalam semua rangkaian kegiatan Desa, kita lihat Desa yang tidak melibat semua Unsur terutama yang disebut diatas anti kritik, di pastikan Desa tersebut tidak akan bisa disebut desa yang baik. Jelasnya.

Lili memberi apresiasi kepada peserta di kelas Meranti ini berasal dari Kabupaten Muratara yang aktif dalam memberi pengalaman kawan-kawan pendamping di lokasi tugasnya, dengan diskusi dan berbagi pengalaman tentang Desa dampingan, pada sesi diskusi.

Diharapkan nanti Kawan- Kawan pendamping bisa memahami materi yang kami berikan untuk modal menjadikam kualitas pendamping desa yang baik.Harapnya.

READ  Bantu Masyarakat Kecil, Ratu Dewa Targetkan Rp 1,3 Miliyar Zakat Mal Dari ASN Pemkot Palembang

Feri Kadarsyah (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kota Prabumulih) juga menyampaikan materi Pokok Kebijakan pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui BUMDesa bersama.

“Kita Ketahui bahwa BUMDesa diharap bisa membantu pemberdayaan Ekonomi masyarakat, tentunya agar Kawan-kawan Pendamping bisa membantu Desa untuk meregistrasi Legalitas BUMDesa di Kementerian Desa, sebab masih banyak BUMDesa yang belum teregister di Kemendes”.Ujar Feri.

Feri juga menjelaskan masalah di BUMDesa mulai dari regulasi yang masih multitafsir,serta belum ada SOP yang jelas, kelembagaan yang belum dikenal dan belum dapat pengakuan dari lembaga lain dan perbankan, struktur organisasi BUMDEssa masih rancuh,serta sistem manajemen yang belum tertata, Bisnis usaha yang kurang permodalan,kurangnya pengalaman usaha dan lainya ,serta sosial pemberdayaan yang masih belum mampu menyerap tenaga kerja yang banyak,serta belum bisa menjadi offtaker usaha masyarakat, ini adalah kendala BUMDesa.

“Nah hal ini yang akan menjadi PR kita selaku pendamping untuk mengatasi masalah ini apalagi ada Desa yang sudah mengalokasi permodalan dari Dana Desa mencapai 500 juta tapi hasilnya belum memuaskan”.(AJR)