Coganews.co.id | Jakarta – Serbia dinilai telah berkembang menjadi negara yang demokratik dan mulai memasuki sistem perdagangan yang lebih luas. Indonesia harus memanfaatkan potensi Serbia sebagai induk dari negara-negara Balkan sebagai penghubung kerja sama ekonomi. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir akan mendorong pemerintah menguatkan komunikasi perdagangan bilateral Indonesia-Serbia.
Hafisz menyatakan, tidak tertutup kemungkinan Indonesia menjadi mitra dagang Serbia yang cukup potensial dari sisi komoditi pertanian, industri persenjataan, hingga kerja sama pariwisata dan travel. “Pertukaran komoditas seperti gandum, teh, dan kopi menjadi peluang kerjasama baru yang menarik,” kata Hafisz di sela-sela mengikuti rangkaian kunjungan BKSAP DPR RI ke Serbia, beberapa waktu yang lalu.

Politisi PAN ini menegaskan, hasil pertemuan BKSAP dengan Wakil Menteri Perdagangan Serbia cukup memberikan gambaran betapa bermanfaatnya jika komunikasi perdagangan ini lebih ditingkatkan di level pemerintah antara kedua negara. “Karena dari sisi parlemen tentu saja kita hanya bisa membuka, katakanlah beberapa opsi untuk kita kerjasamakan. Tetapi untuk mengambil keputusan tetap pemerintah,” tukas Hafisz.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Serbia Stevan Nikcevic menambahkan, pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan nilai perdagangan antara Serbia dan Indonesia. Bahkan nilai impor dari Indonesia turun sebesar 50 persen. “Perlu dukungan politik bagi kerja sama perdagangan kedua negara, misalnya melalui proyek kerja sama ekonomi berkelanjutan,” kata Stevan kepada Delegasi BKSAP DPR RI. (Rill)









