Ternyata Keluarga ibu Melahirkan Tolak di Rawat di Puskesmas Bingin Teluk dan Bayinya meninggal

COGANEWS.CO.IDMURATARA,- Menyikapi seorang ibu di dalam mobil yang melahirkan, tanpa ada pelayanan sedikit pun dari Puskesmas Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir dan Bayi yang dilahirkan meninggal dalam perjalanan dari Bingin Teluk menuju Muara Rupit Viral yang dicuit oleh akun Facebook Awan Sari dan juga berita yang diterbit koran cetak Linggau Pos hari ini (4/2)yang Berjudul Alat Puskesmas minim bayi meninggal.

Mewakil Pemkab Muratara, Kepala Puskesmas Bingin Teluk, Dr. Hendra menyampaikan fakta yang sebenarnya terjadi.

Ini kronologi yang sebenarnya dipaparkan oleh dr.Hendra .Pada hari Rabu (2/2 2022) sekitar pukul 09.00 Wib, pasien datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri perut dan keluar darah dari kemaluan sejak pagi. pasien mengatakan hamil lebih 6 bulan (24 minggu)  dengan riwayat G3 P2 A0 anak pertama lahir normal (dari suami pertama), anak kedua lahir mati (dari suami kedua).

Lanjutnya  pasien mengatakan darah yang keluar adalah darah segar. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik pada ibu oleh dokter dan didampingi bidan jaga dr. Febi, bd. Henilda, bd. Intan, bd. Dewi :

Dengan hasil pemeriksaan :
Keadaan umum : baik
GCS : E4 M6 V5
TD : 120/80 mmhg
RR : 19x/m
Nadi : 80x/m
Temp : 37 C
Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik
Inspeksi perut besar, Leopold (L1 : Sepusat, L2 : Punggung kanan L3 : kepala belum masuk PAP L4 : -)
Pemeriksaan DJJ : 148 x/m.

READ  Sosialisasi Perbup No. 67 Tahun 2020 Gencar Dilakukan

Pemeriksaan vagina : dilakukan inspeksi tidak ada darah dan lendir yang keluar, pemeriksaan dalam tidak dilakukan.

Juga untuk penata laksanaan dokter memberikan KIE kepada pasien dan keluarga untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut secepatnya ke doker spesialis kandungan ke rumah sakit terdekat (RSUD Muara Rupit).

Dari keterangan bidan Fatimah di kelurahan bingin teluk pada pukul  10.00 Wib keluarga pasien memanggil bidan Fatimah setelah dari puskesmas bingin teluk karena keluar  darah lagi dari kemaluan, bidan Fatimah datang ke rumah pasien dan memeriksa kondisi ibu dan menyarankan secara berulang – ulang kali agar pasien di bawa ke puskesmas kembali untuk di pasang infus, dan kalo mau berangkat ke rumah sakit agar bisa didampingi tenaga kesehatan, tetapi suami pasien malah marah-marah ke bidan.Jelasnya.

Kemudian pada pukul 11.00 Wib pihak puskesmas mendapatkan kabar dari bidan desa Mandi Angin (bd. Risa) bahwa pasien telah melahirkan sendiri dalam kendaraan sendiri di simpang riam lewat dikit (sungai limau).Kata dr. Hendra dalam konfermasinya.

” Mereka meminta pertolongan dengan bidan risa . bidan menolong ibu dan bayi, ibu di rawat di polindes sedangkan bayi dirujuk bersama bidan risa ke rumah sakit muara rupit. Bidan desa juga menghubungi puskesmas dan menceritakan kondisi ibu dan bayi. Dari puskesmas menurunkan 2 orang bidan untuk memeriksa kondisi ibu di polindes Mandi Angin (Bd. Halimah dan Bd. Niken), sesampainya di polindes bidan memasang infus dan mengajak pasien untuk kembali ke puskesmas bingin teluk untuk dirawat lebih intensif, namun keluarga pasien menolak “.

Dalam perjalanan bayi dirujuk tidak menangis, kemudian bidan risa membawa bayi untuk mampir ke bidan terdekat untuk memeriksa kondisi bayi,namun bidan setempat tidak ada di rumah, hanya ada keluarga, bidan risa meminjam alat untuk melakukan pemeriksaan pada bayi, ternyata Bayi sudah meninggal. Akhirnya diputuskan untuk membawa bayi pulang, mereka mampir untuk mejemput ibu dan keluarga pulang ke rumah (kelurahan Bingin Teluk).

READ  HD Lakukan Groundbreaking Duplikat Jembatan Pulau Rimau, Penghubung Strategis 3 Kecamatan dan 29 Desa

Terpisah  Wakil Bupati Muratara, H. Inayatullah menghimbau kepada seluruh KUPT maupun RSUD Rupit,  lakukan sesuai dengan prosedur, setiap melakukan pengobatan kepada warga buat surat penyataan, jadi apabila ada keselahan dikemudian hari kita ada dasar untuk meluruskan.

“Nah, tekiat ibu hamil yang melahirkan dalam mobil kemaren, Kita lihat, warga yang mau melahirkan itu usia kelahirannya baru 6 bulan,dan sudah di dampingi oleh Bidan” ujar Wabup.

“Kita akui Puskesmas Bingin Teluk kurangan alat-alat kesehatan, kedepan akan kita pokuskan pembelian alat pengobatan lengkap untuk wilayah di Rawas Ilir, Nibung dan ulu Rawas. Selain itu bagi ibu hamil harus di periksa secara rutin. Bagi ibu hamil yang tingal diladang, segera lah pulang, pada saat usia mau melahirkan,” pungkas Wabup Muratara, H. Inayatullah. (AJR)