Gebyar  Isra’ Mi’raj di Muratara, KH. Syofwatillah Mohzaib Ajak Masyarakat Maknai Shalat dan Semangat Bangun Istana di Syurga

Coga Religi432 Dilihat

Coganews.co.id | Muratara – Esensi dari shalat wajib lima waktu yang menjadi ‘hadiah utama’ dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi fondasi utama dalam setiap langkah kehidupan. Setidaknya tiga hal penting yang bisa kita amalkan dari nilai-nilai shalat: Pertama, Niat yang harus tegak lurus. Kedua, gerak-gerik yang tidak boleh berlebih-lebihan dan Ketiga, gotong royong yang kuat untuk mencapai kemajuan bersama melalui rutinitas shalat berjama’ah.

Memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad pada setiap 12 Rajab, Ust. H. Syofwatillah Mohzaib, S.Sos.I (Inisiator Pendiri Al Qur’an Akbar dan Pimpinan Ponpes IGM Al Ihsaniah Palembang) diundang sebagai penceramah di Masjid Baiturrahim Desa Batu Gajah Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sabtu (26/03/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Umi Desi Tri Anggreni selaku Ketua BKMT Muratara sekaligus istri Wakil Bupati Muratara, Camat Rupit Muhtaridi, Polsek Rupit, Heri Tamrin Kades Batu Gajah Baru, Rexi Iriansyah Sekdes Batu Gajah, Anang Jhoni Kades Noman Baru, Faisol Abduh selaku Pembina Yayasan Al Khairiyah Batu Gajah dan Ibu-Ibu majelis pengajian, para jamaah serta masyarakat sekitar dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat.

Dalam mutiara tausyiahnya, Ust.Opat panggilan akrab penggagas ukiran Al Qur’an raksasa sedunia ini menyampaikan,

“Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada seribu empat belas tahun yang lalu mengajarkan kita banyak hal. Bagaimana Rasulullah SAW diundang secara spesial oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina lalu ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh, menembus kecepatan cahaya, masa dan waktu dengan kendaraan Buraq, hanya dalam semalam dengan waktu yang amat singkat dan padat. Kelihatan tidak mungkin pada masa itu, namun saat ini kita melihat penerapannya pada teknologi helikopter, pesawat, jet apollo dan roket.

Lanjutnya, bahwa sebelum dilangitkan Rasulullah SAW dibelah isi perutnya oleh Malaikat Jibril lalu dibersihkan dengan air dan cahaya kemuliaan sehingga saat ini menjadi awal mula penerapan operasi caesar.

Dari peristiwa Isra’ Mi’raj memberikan pesan bahwa umat Islam harus cerdas dan mampu menguasai penerapan teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Opat juga yang merupakan anggota DPR RI dua periode pada 2009-2019 pernah mengunjungi langsung pusat peradaban Islam pada masa keemasannya di Cordoba, Andalusia, Spanyol. Disana ditemukan banyak sekali karya-karya ilmuwan Muslim fenomenal seperti Ibnu Rusy, Avicena atau Ibnu Sina, Alfarabi, Al Khwarizmi dan Ibnu Khaldun mulai dari bidang kedokteran, medis, matematika, astronomi, pertanian, ekonomi, politik hingga sistem Pemerintahan yang madani yang sejatinya menjadi titik awal dari era Rennaisance di Eropa dan kemajuan dunia saat ini.

Lalu bagaimana kita menyikapinya sebagai generasi muda dan masyarakat Muslim?

READ  KONI Sumsel Kurban 2 Ekor Sapi, Dari Herman Deru Dan Bank Sumsel Babel

Ustadz Opat yang merupakan tokoh pendidik ini juga berpesan,

Kuasai dunia dengan skill dan ilmu pengetahuan namun harus dilandasi dengan iman dan takwa. Sehingga kita bisa meciptakan banyak hal-hal baru untuk kemajuan dan perdamaian dunia, bukan untuk peperangan dan kearogansian.

Orang yang berilmu dengan dilandasi iman dan takwa, pasti akan bertanya kemanakah kita setelah mati.

Selain itu, Ustadz Opat juga menyampaikan tausiah motivasi di Desa Aringin, Kecamatan Karang Dapo, Muratara.

Kegiatan yang dikomandoi oleh Ketua IRMA Masjid Nurul Huda Aringin Ustadz Opat menitik beratkan tentang semangat Kepemudaan dan ilmu pengetahuan.

Ia menegaskan, Al ‘ilmu nuurun wal jahlu dhaarun” ilmu adalah cahaya, dan kebodohona adalah bahaya maka ilmu lah yang akan menerangi arah kehidupan kita, sehingga kita akan selamat dunia sampai akhirat.

Sosok Ustadz kondang yang sudah banyak terbang ke berbagai negeri Muslim dan Eropa ini juga mengapresiasi motto Muratara Berhidayah yang diusung oleh Bupati H. Devi Suhartoni dan Wakilnya Ust. H. Inayatullah yang sudah mencapai satu tahun Kepemimpinannya, sehingga negeri impian yang Baldatun thayyibatun warabbun ghafur akan bisa terwujud jika generasi muda dan masyarakatnya berilmu, beriman dan bertakwa.

Tausiah semakin apik dan menarik karena Ustadz Opat juga menyinggung mengenai cara damai hidup berumah tangga, mendidik anak, berbakti kepada kedua orangtua, keutamaan shalat sampai semangat untuk membangun Istana di syurga dengan semangat  berinfaq, waqaf shadaqah dalam pembangunan dan memakmurkan Masjid. (Danaz)