Gegara Jembatan 48 Milyar Rumah Warga Terhimpit

Coga News412 Dilihat

COGANEWS.CO.ID | LUBUKLINGGAU,- Pembangunan Jembatan Bukit Sulap Lingkar Barat Membuat Heri (40) Warga RT. 02 Kelurahan Tapak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II Kecewa Karena Akses Jalan Menuju Rumahnya Tidak Bisa di Lewati, Rabu (9/3/22)

Heri Mengatakan Pembangunan Jembatan Bukit Sulap Lingkar Barat yang menelan anggaran dari dana APBD tahun 2019 – 2020 – 2021 Sebesar Rp.48.692.992.200,- bertujuan untuk memudahkan akses transportasi masyarakat namun membuat keluarga kami harus meninggalkan rumah karna tidak ada akses jalan untuk di lewati.

Padahal Jembatan yang sudah diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Walikota Lubuklinggau, H Prana Putra Sohe pada Minggu (17/10/2021) lalu, Cetus Heri

Heri juga menyampaikan, sampai saat ini rumah miliknya belum ada realisasi dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Lubuklinggau karena akses jalan kerumahnya tertutup oleh jembatan.

READ  Plt Bupati Beni Hernedi Bagikan THR Untuk Kaum Dhuafa, Tukang Becak, Petugas Kebersihan dan Tukang Ojek

“Sebut Heri Rumah itu tidak bisa kami ditempati lagi, karena akses jalan yang biasa kami lalui tertutup oleh jembatan, dan sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tuturnya

“Kami sekeluarga memohon kepada Bapak Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe, sekiranya bisa membantu mengatasi masalah ini agar segera diselesaikan dan kami sekeluarga bisa kembali menempati rumah tersebut”.

Lanjut heri “Ada waktu itu Fahni (Kabid PU BM, red) mau membuat rumah dengan ukuran 4×6 dan hanya memasang Cor tiang saja untuk dinding dan atapnya dibebankan kepada kami , iya jelas saja kami tolak karna tidak sesuai dengan Volume yang kami inginkan, karna ukuran rumah saya sebelum nya lebih besar dari itu,” tegas Heri.

READ  Unsri Peringati Dies Natalis Ke-60

Heri juga menyebutkan kemarin ada pekerja mau menyelesaikan pagar pembatas jembatan tapi terpaksa saya stop dulu, karna kalau pengerjaan jembatan tersebut sudah selesai di kerjakan semua, saya takut rumah kami tidak di realisasikan lagi oleh pihak dinas PU Bina Marga, tutur heri

Saat di konfirmasi awak media melalui pesan Whatsapp Kepada Kabid PU Bina Marga lubuklinggau, kendala apa sampai saat ini rumah Heri belum terealisasi dan mengapa pagar pembatas jembatan belum terpasang. Jawab Fahni, untuk pagar pembatas jembatan tidak bisa kami kerjakan karna tidak di perbolehkan oleh heri yang punya rumah di pinggir jembatan itu dan untuk realisasi rumahnya masih pengajuan. Akhirnya (**)