Hafisz : “Dunia harus bertindak, bukan hanya ikrar dan janji”

Coga News150 Dilihat

Coganews.co.id | Bali – Hafisz Tohir menyatakan parlemen Indonesia sangat prihatin dengan kebutuhan mendesak untuk memperkuat dan mengimplementasikan target-target ‘net zero’ sepenuhnya. Dimana untuk mengaplikasikan hal tersebut dibutuhkan kapasitas adaptif dan political will yang kuat.
 
“Saya percaya bahwa ada kebutuhan untuk mengubah paradigma kita, dari perubahan iklim sebagai pertempuran dan sebagai perdebatan tentang siapa yang benar atau siapa yan salah, menjadi sebuah peluang,” terang Hafisz saat menghadiri Side Event Westminster Foundation of Democracy (WFD) pada Sidang IPU ke-144, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/3/2022).

Oleh karena itu, dikatakannya tugas di depan masyarakat dunia sudah jelas. “Dunia harus bertindak, bukan hanya ikrar dan janji.”

READ  Temui Pj Sekda, Pengurus PDBI Muba Sampaikan Rencana Pelantikan

Saya berpandangan bahwa mengatasi krisis planet global ini membutuhkan pendekatan seluruh ekonomi (whole of economy) dan seluruh masyarakat (whole of society),” ucap politisi fraksi PAN itu.  Lebih lanjut Hafisz mengatakan, pendekatan multistakeholder adalah salah satu kunci mengatasi dampak krisis perubahan iklim.

Dimana kerjasama dan kolaborasi antar semua pemangku kepentingan adalah suatu keharusan untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Selain itu pula, diperlukan pendekatan holistik terhadap aksi iklim.  

“Jadi tidak hanya terbatas pada tantangan deforestasi tetapi juga pentingnya mengatasi masalah lain seperti keanekaragaman hayati, yang mendasar untuk capai sustainable yg komprehensif,” kata Hafisz.

Lebih khusus lagi, ia percaya bahwa parlemen dapat memajukan aksi iklim dengan legislasi dan pendekatan multistakeholder. Lewat promosi legislasi yang mensinergikan operasionalisasi Paris Rulebook, termasuk pendanaan iklim yg inovatif dan perdagangan karbon, Hafisz menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang telah dibahas oleh Komisi XI DPR RI dan telah disahkan.  

Selain itu, parlemen perlu secara aktif memantau implementasi NDC & Net Zero Commitments, tak lupa mempromosikan pendekatan multi stakeholder untuk mitigasi & adaptasi iklim, khususnya meningkatkan peran perempuan dan pemuda dalam berbagai bidang. (Rill)