Coganews.co.id | Palembang – Majelis Atthohir menjadi ladang untuk semakin lebih banyak berbuat bagi masyarakat sekitar, sudah melakukan santunan anak yatim dan dzikir bersama di 17 Kota dan Kabupaten se-Sumatera Selatan.
Hari ini, Minggu (27/03/2022) puncak dari rangkaian safari dakwah Tabligh Akbar dan Pelantikan Majelis Atthohir Kota Palembang yang bertempat di Yayasan Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniah,Jalan Moh. Amin, Gandus, Kec. Gandus, Kota Palembang.

Acara ini terasa sangat semarak karena diisi ceramah keagamaan oleh Habib Muhammad Syahab Penceramah Islam Itu Indah Trans TV yang juga merupakan putra asli Palembang serta diikuti oleh seluruh Ulama, Asatidz dan Masyayiz dari seluruh pelosok Sumatera Selatan serta dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1443 H.
Semakin menambah gebyar acara ini karena dihadiri oleh putra terbaik bangsa asal Sumbagsel H. Erick Thohir yang merupakan Pembina Majelis Atthohir didampingi oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru.
KH Syofwatillah Mohzaib, selaku Pembina Majelis Atthohir Sumsel yang juga Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniah sekaligus Penggagas Al Qur’an Akbar Dunia menyampaikan,

“Suatu kehormatan para ulama, guru-guru kita disatukan didalam Majelis Atthohir ini, sudah banyak santunan anak yatim, bantuan Masjid dan para ustadz kita salurkan. Hanya Allah yang mampu membalas atas kebaikan dari Pembina Majelis Atthohir ini, Bapak H. Erick Thohir yang sudah hadir langsung ditengah-tengah kita semua.”
Sementara itu, H. Erick Thohir yang dikenal dengan slogan AKHLAK nya sebagai Menteri BUMN menyampaikan,

“Alhamdulillah, kita semua bisa bersilaturahmi dengan Majelis Atthohir ini.”
Lanjut oleh Ketua Panitia Asian Games 2018 yang saat itu juga Palembang menjadi tuan rumah nya bahwa ada dua
Ada dua hal yang menjadi esensi didirikannya Majelis Atthohir ini, dimana diambil dari nama Ayah kami yang juga maknanya suci dan bersih.“
Pertama, tidak lain dan tidak bukan sebagai wujud nyata rasa syukur dan terima kasih atas anugerah yang Allah SWT berikan kepada kita sehingga semua ini bisa dimanfaatkan oleh sebanyak-banyaknya masyarakat.
Kedua, Silaturahmi. Setelah sekian lama kita dibatasi oleh pandemi, ekonomi terpuruk, maka lahirnya Majelis Atthohir ini sebagai daya ungkit untuk merajut kembali kekuatan silaturahmi kita semua.
Ketika susah jangan sampai kita bercerai, pun ketika senang jangan sampai kita berpisah.”
Semakin menginspirasi, sosok Presiden Inter Milan 2013 ini menambahkan, bahwa,
Ayahnya, Bapak Thohir dimana umur 10 tahun sudah menjadi yatim dan berasal dari keluarga miskin dari desa di Lampung lalu merantau sukses di Jakarta.

Makanya, Majelis Atthohir ini sepenuhnya harus peduli dan berbagi dengan anak-anak yatim, karena kita tidak pernah tahu anak keturunan mereka akan sukses bahkan bisa menjadi Menteri.
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah periode 2021-2024 ini mengakhiri,
“Jangan melihat dimana kita dilahirkan, karena kita tidak bisa memilih. Namun, dengan niat dan kerja keras penuh kita bisa mengasah kapabilitas dan bermanfaat bagi sesama.

Terimakasih atas acara kita yang luar biasa ini. Nanti kita akan mengadakannya lagi di akhir tahun.
(Danaz)












