Coganews.co.id | Palembang – Emak-emak, tukang becak, petugas kebersihan,hingga kalangan akademisi, praktisi dan elite politisi saat ini dibuat heboh dengan massifnya aksi besar-besaran Mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia dengan tuntutan nasional yakni minyak goreng terus digoreng-goreng, tolak kenaikan BBM: pertalite menghilang, solar langkah, Pertamax naik, dan tentunya tegas menolak wacana gila tiga periode apalagi sampai penundaan Pemilu 2024.
Berdasarkan kajian komprehensif Ketua Umum BADKO HMI Sumbagsel Dede Irawan menyarankan supaya Presiden Joko Widodo untuk menemui para mahasiswa pada Aksi puncak 11 April didepan Istana Presiden, apalagi ini didalam momentum bulan penuh berkah Ramadhan, semuanya bisa saling kontrol selagi sama-sama memahami dari berbagai sudut pandang.
Dewan sapaan Ketua BADKO HMI Sumbagsel dengan slogan HMI Futuristik ini menyinggung kebiasaan Jokowi yang dulunya suka sekali blusukan ke masyarakat. Tentu diharapkan Jokowi melakukan hal yang sama saat ada demonstrasi pekan depan, mereka adalah kaum intelektual yang kritis akan situasi dan kondisi kebangsaan saat ini.
“Presiden sebagai pimpinan yang baik, apalagi katanya dikenal sering blusukan ke rakyat, ya harus temui. Kalau ada tamu yang datang, jangan digantung. Temui dan sampaikan semuanya. Disini akan ada titik temunya. Jangan sampai ada pihak yang dikecewakan.”
BADKO HMI Sumbagsel mengkajinya langkah itu penting bagi Jokowi demi tuntasnya degradasi kepercayaan masyarakat sekaligus ketidakpuasan masyarakat saat ini terhadap Pemerintah.
Soal minyak goreng yang masih langkah dan menggila harganya seolah tidak ada solusi konkret, bahkan ditambah lagi kenaikan BBM, seperti Pertamax, kelangkaan Solar, Pertalite sudah mahal langka pula. Jadi sangat wajar jika Mahasiswa dan para pemuda bahkan seluruh elemen bangsa kritis terhadap situasi ini, sebagai wujud dari sense of crisism kebangsaan atas kebijakan terkini Pemerintah.
(Danaz)








