Oleh: Ust. Dandi Nazor (CEO Sinergi Institute, Badko HMI Sumbagsel, PP Majelis Atthohir)
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkan aku.”
Inilah do’a yang disunahkan oleh Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir di injury time bulan Suci Ramadhan, terutama dalam meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
“Ya Allah sinari hati kami dengan membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Al-Qur’an, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Al-Qur’an, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa’at Al-Qur’an.”
Dulur-dulur, akhir-akhir ini banyak peristiwa menyedot perhatian kita setelah memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan, yah terlebih ini semakin terasa aura nya mau lebaran Idul Fitri.
Kemenhub RI bersama Korlantas Polri menyampaikan ada lebih 85 juta masyarakat yang bergerak merayakan lebaran dengan mudik ke kampung halaman, melepas dahaga rindu setelah dua tahun dipisah oleh pandemi Covid-19 yang teramat kecil bahkan tak terlihat namun menjadi penghalang rindu sehingga menggebu-gebu.
Sedih karena kita akan segera berpisah dengan bulan yang penuh Mahabbah, bulan yang men-training kita menjadi pribadi yang berakhlak indah, setiap langkah semakin terarah dan setiap hari di ridhai oleh Allah.
Bahagia, soalnya bagi yang sepenuh hati menjalani bulan suci ini akan bahagia pada saatnya nanti.
Iya, mereka akan mendapatkan THR dari Allah langsung, kok bisa?
THR, Taqwa Hasil Ramadhan!
Sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 183, bahwa Dia akan memberikan ‘THR’ bagi dulur-dulur yang berpuasa, merayakan kemenangan dengan suka cita, bak usai perang Badar pada masa Rasulullah SAW terdahulu.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu ber TAQWA.
Dulur-dulur, seberapa pun sibuk kita mencari ataupun mengharapkan THR menjelang lebaran nanti, jangan sepikan Masjid, mari kencangkan ikat pinggang untuk mengisi malam-malam perpisahan kita ini dengan tetap Istiqomah ber-qiyamul lail, tidak lupa berzakat fitrah dan rangkaian ibadah mahdah maupun ghair mahdah lainnya.
Taqabbalallahu Minna waminkum shiyamana wa shiyamakum ya Karim, minal aidin wal fa idzin.
Mohon maaf lahir dan batin.
(Danaz)








