Hadirkan Pakar Hukum, Lawcus FH Unsri Gelar Talkshow Pemindahan Ibu Kota Negara

Coga News258 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Law Intellectual Society (Lawcus) Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (FH Unsri) melalui Department of Education, menyelenggarakan kegiatan Gens Talks #3 dengan tema “Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia: Tergesa-gesa atau Solusi?”. Kegiatan ini diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting, Sabtu (28/05/2022).

Gens Talks ini menghadirkan narasumber dari Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, S.H., M.H., LL.M., dan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Bidang Hukum Administrasi Negara, Dr. Iza Rumesten, S.H., M.Hum.

Tujuan dari diadakannya Gens Talks ini adalah untuk memberikan suatu pengetahuan hukum yang bersifat empiris mengenai isu-isu terkini, sehingga mendapat pengetahuan dan dapat memperluas cara pola pikir. Acara Gens Talks ini dimulai dengan pembukaan yang dilakukan oleh moderator, yaitu Saskia Artha (mahasiswa Fakultas Hukum Unsri). Secara umum, talkshow ini membahas mengenai pemindahan ibu kota negara yang dibahas dari sudut pandang Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara.

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari, mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara yang Baru melanggar konstitusi.

“Pemindahan ibu kota negara sebenarnya adalah hal yang biasa dilakukan oleh setiap negara, tetapi kadang kali sering terjadi kurangnya persiapan dan kurang perhitungan. Pemindahan IKN Indonesia kali ini yang menjadi masalah adalah publik tidak diajak berbicara dalam rencana pemindahan IKN, apabila pemindahan IKN disosialisasikan dengan baik maka masyarakat akan paham. Selain itu juga, Pak Jokowi ingin mengulang yang dilakukan Pak Soeharto yaitu disebut sebagai Bapak Pembangunan. Menurut saya ini melanggar konstitusi,” ungkapnya.

READ  Lawcus FH Unsri dan Permahi DPC Palembang Bangun Sinergi

Dilanjutkan oleh Iza Rumesten, Dosen Hukum Administrasi Negara FH Unsri, ia mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara Indonesia ini adalah sebuah solusi yang tergesa-gesa.

“Pemindahan ibu kota ini bukanlah solusi. Dikatakan solusi apabila sudah melakukan kajian komprehensif, seperti masyarakat hukum adat, masalah lingkungan, masalah budaya. Namun, pemerintah hanya prioritas ke ekonomi saja, tidak ke budaya, dan lain-lain. Saat ini pemindahan ibu kota negara secara administratif tidak penting, sedangkan hutang negara perlu diatasi segera. Kita harus sabar, kita harus mendahului pemulihan ekonomi, perbaiki jakarta, dan atasi kemiskinan. Jadi pemindahan ibu kota ini masih belum urgent,” ungkapnya.

Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, kegiatan Gens Talks ini juga dihadiri oleh beberapa perguruan tinggi lain, seperti Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Brawijaya, dan Universitas Mulawarman.

Manager of Education Lawcus FH Unsri, Fauqa Shafa Qurbani, mengatakan bahwa kegiatan Gens Talks ini dilaksanakan untuk memberikan wadah berdiskusi bagi mahasiswa dan masyarakat umum terkait pemindahan ibu kota negara.

READ  PT. Mainmora Gumenta enggan Bayar Hutang Material

“Gens Talks kali ini mengangkat isu yang sedang hangat diperbincangkan, yaitu pemindahan ibu kota negara Indonesia yang dimana harapannya dapat memberikan perspektif baru terkait isu yang dibahas dengan mengambil sudut pandang dari HTN dan HAN,” ungkapnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Acara, Maulana Khadafi menambahkan bahwa Gens Talks ini memberikan manfaat positif kepada para peserta untuk melihat perspektif baru terkait urgensi pemindahan ibu kota negara Indonesia.

“Gens Talks yang kami adakan ini memiliki nilai kebermanfaatan kepada para peserta untuk melihat perspektif baru mengenai urgensi pemindahan ibu kota negara Indonesia sebagai ketergesa-gesaan ataukah sebuah solusi, melalui pendapat para akademisi yang berfokus pada bidang Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara,” ungkapnya.

Kegiatan Talkshow ini ditutup dengan closing statement dari narasumber dan pemberian cinderamata dari Lawcus FH Unsri kepada narasumber. (Rill)