Pelelangan Ikan Cituis Tangerang

Coga Nasional678 Dilihat

Coganews.co.id I Tangerang -Pelelangan Ikan Cituis ini terletak di desa Suryabahari Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang Banten. Masyarakat nelayan di sini mengandalkan hidupnya dari hasil laut menangkap ikan.

Bu Iyo, 26/07/2022 pedagang minuman di pintu masuk Area Pelelangan Ikan menuturkan, setiap hari sebelum Subuh, sekitar pukul 03 pagi para nelayan pergi ke laut (masing-masing kapal 4 orang) menangkap ikan, sorenya sekitar pukul 15 sudah pulang. Hasil tangkapannya sudah bisa dijual di tempat pelelangan. Begitulah rutinitas kehidupan mereka sudah lama berlangsung, sudah turun-temurun. “Suami saya dulu sebagai nelayan juga pak. Dia meneruskan pekerjaan orangtuanya”, katanya sedikit mulai membuka cerita.

Lain halnya dengan kondisi cuaca ektrim, yang sering dikenal Musim Barat, angin lautnya berhembus agak kencang. Waktu mereka melaut bisa memakan waktu satu Minggu, kemudian baru bisa pulang. “Waktu musim angin, nelayan harus membawa Es Batu pak”, kata Bu Iyoh ini sedikit menceritakan penyegaran ikan.

Menurut Bu Iyoh, suaminya tidak lagi melaut, lantaran sudah terhitung berumur. Sekarang suaminya sebagai aparat keamanan lingkungan (Satpam) di Pelelangan Ikan ini. “Suami saya orang Brebes. Saya orang sini. Waktu dia jadi nelayan saya kenal dengan dia “, sedikit menceritakan agak pribadi.

READ  Pemkab Muba Terus Maksimalkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

Sejarah nelayan di Desa Suryabahari ini, awalnya mereka ini dominan dari Jawa, Brebes, Tegal dan Indramayu. Sekarang tinggal keturunannya yang sudah berasimilasi dengan masyarakat setempat. “Dulu pak, kalau mereka pulang dari melaut. Kapalnya dititipkan di sini. Mereka pulang kampung jalan darat”, katanya ke Coganews.co.id berkunjung ke Cituis.

Karena hasil tangkapan ikannya masih segar, tempat ini menjadi sasaran orang-orang Jakarta dan Kota Tangsel atau sekitarnya. Mereka ini tidak melihat kejauhan jarak, tetapi kepuasan menjadi nomor Wahid. Tokoh masyarakat Tangsel, H. Aidil Adha dengan panggilan akrab Kang AA, berkunjung ke Pelelangan Ikan Cituis ini sudah menjadi agenda rutin bulanan. Terkadang dia bawa keluarga. Terkadang juga bawa teman-temannya. “Kita puas kalau beli ikan disini, ikannya segar masih terasa manis dan terhitung murah juga”, kata Ketua Umum MTI ini termasuk juga pemburu kuliner.

“Bapak-Bapak disini aja ya. Biar saya sendiri memilih ikannya”, katanya yang menggambarkan sudah sangat piawai tentang jenis ikan dan harganya di pelelangan ini.

READ  Kabupaten Musi Banyuasin Bakal Terima Penghargaan dari BPOM RI

Betul, ikan segar dan bagus didapatnya. Langsung meluncur ke tempat pembakaran ikan di luar are Pelelangan. Rupanya, ini strategi supaya ikan di samping bisa langsung dimakan dengan aroma ikan segar sesungguhnya. Juga ikan itu bisa dibawa pulang dalam kondisi mateng dan tetap segar juga.

“Ingat kita disini makan ikan, bukan makan nasi”, katanya memberi kunci supaya ikan yang terhidang habis semua.
Pemangsa ikan yang dibawa Kang AA ini, memang boleh dikatakan termasuk orang-orang yang lahir dan besar di pinggir laut dan sungai. Mengkonsumsi ikan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Makan ikan sudah menjadi sebuah hobi. Tapi ternyata nyerah juga, lantaran ikannya super ekstra. “Saya sudah ngegas duluan”, kata Azizur Riduan menyiratkan sudah kebanyakan. Mari boleh coba.
(H. Azkar Badri)