Meneropong Pilkades Serentak! Forum Desa SURGA  Ajak Kalangan Intelektual ‘Jangan Mager’ dan Jalin Sinergi dengan Polres Muratara

Coga Daerah270 Dilihat

Mimpi Besar Anak Desa Bolehkah Besar?

Coganews.co.id | Batu Gajah – Bulan kemerdekaan telah tiba, momen perjuangan pun kian terasa, bulan penting tanggal penting pun akan semakin mendekat.

Tepatnya tanggal 22 September 2022 akan ada 50 desa dari 7 kecamatan yang akan mengadakan perhelatan pemilihan nahkoda desanya. Diketahui masa jabatan Kades berdasarkan SK akan berakhir  pada tanggal 12 Oktober 2022 mendatang.

Hari ini, Selasa (09/08/2022) sudah mulai tahap awal tes kesehatan bagi para Bakal Calon Kades se-Muratara dilanjutkan tes wawancara pada Kamis (11/08/2022) mendatang.

Menyangkut hal itu Dede Darmadi, salah seorang toke muda Jakarta asal Muratara menyampaikan,

Desa adalah batu bata pertama proses pembangunan di negeri ini. Kita do’akan bagi putra-putri terbaik dari 50 desa se-Muratara yang ‘milu’ tes kesehatan hari ini, esok dan tes wawancara lusa hari Kamis lancar luncur tanpa halangan sesuatu apapun.”

Lanjutnya, disamping tes kesehatan dan tas tes lainnya, mungkin stakeholders seperti Dinas PMDP3A dan lainnya yang berkaitan sangat penting untuk melakukan ‘tes integritas’ para Bakal Calon Kades ini, berusaha mengetahui betul tentang gambaran jelas tujuan kesemuanya untuk benar-benar membangun desa, terutama mengangkat potensi-potensi desa, mampu berkolaborasi dengan para sarjana dan anak-anak muda di desa serta hidup maupun matinya untuk masyarakat, ini yang lebih konkret.

READ  Pemuda Muratara: Sungai Sudah Jadi Kopi Susu Pekat, Masyarakat Terus Menjerit, Terkesan Didiamkan! 

Ditambahkan juga oleh Idrus Nazor, tokoh masyarakat dari Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit juga mengajak,

Pilkades Serentak 22 September mendatang kita yakin akan kondusif kareno masyarakat kito lah dewasa galo,namun tetap perlu pengawasan dari semua elemen masyarakat, terutama dukungan penuh Bapak Kapolres, AKBP Ferly Rosa Putra SIK.

Terutama anak-anak muda, para sarjana di desa, kalangan intelektual di desa jangan lagi mati suri, jangan ‘mager’, malas bergerak apalagi tidak mau tahu tentang kemajuan tanah kelahirannya, jangan sampai anak-anak desa takut bermimpi besar!”

Ditambahkan nya bahwa memastikan kelancaran Pilkades nanti bukan tugas panitia yang di SK saja, namun kewajiban kita semua. Bahkan kita harus terus berkoordinasi dengan pihak Polres Muratara agar mem-back up semua tahapan penting Pilkades ini.

Target pembangunan nasional sudah menyasar untuk pemerataan kesejahteraan sosial sampai ke tingkat desa-desa dengan anggaran Dana Desa dari Presiden Jokowi melalui Kementerian Desa PDTT Tahun 2022 telah ditetapkan sebesar Rp 68 triliun dan dialokasikan kepada 74.961 desa di 434 kabupaten/kota se-Indonesia termasuk di Kabupaten Muratara.

Penting bagi Para Bakal Calon Kades yang akan memantapkan niatnya untuk menyelaraskan visi-misinya dengan program Muratara Berhidayah, salah satu program unggulan Bupati H. Devi Suhartoni saat ini yaitu menghidupkan lahan-lahan tidur seperti menanami dengan tanaman jagung, bawang dan lainnya.

READ  PLN Luncurkan Program Loyalti Gelegar PLN Mobile 2025, Hadiah Menarik untuk Pelanggan Setia

Ini juga tentu sangat selaras dengan program Provinsi Sumsel Mandiri Pangan dari Gubernur H.Herman Deru.

Sehingga kedepannya Kades akan lebih ‘pacak’ banyak berbuat bagi desanya, bukan hanya mengandalkan Dana Desa saja.

Belum lagi kreativitas dan jaringan dalam memanfaatkan produk-produk lokal desa yang menjadi denyut nadi masyarakat seperti karet, kopi, tempoyak durian, kemplang jengkol (jengky) dan potensi lainnya sudah menjadi pra syarat kekinian Kades ideal.

Sesuai dengan pernyataan dari Elvi Wijaya dalam Forum Desa SURGA menyampaikan bahwa saat ini, ” Ingat, jangan sapai kito daun ubi be meli. Harus mandiri pangan, ko sederhana tapi bermakna!”

Oleh sebab itu, dalam suka cita gegap gempita pemilihan kepala desa serentak, Forum Desa SURGA mengajak masyarakat bersama membangun kesadaran diri untuk jangan sampai salah memilih calon Kepala Desa, dibeli harga diri nya dengan serangan fajar yang membunuh karakter masyarakat dan menghilangkan marwah integritas kita sebagai manusia seutuhnya.

Desa adalah marwah nya kegotongroyongan, kebersamaan dan mimpi-mimpi untuk menggapai kesejahteraan yang hakiki, anak-anak muda ialah jembatan untuk membangun kesadaran itu semua.

(Danaz)