Ready To Shine, Sumsel Bershalawat Menggema di Mapolda Sumsel Guna Meneladani Akhlak Nabi Muhammad Mewujudkan POLRI PRESISI

Coga Daerah152 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Ditengah hiruk pikuk dunia tanpa henti, kondisi sosial kemasyarakatan tampak terus berseri, kemanapun arah jangan sampai kehilangan pijakan diri.


Menjemput syafaat Nabi Muhammad SAW, di puncak gedung PRESISI lantai 7 bergema lantunan kalimat-kalimat thayyibah dzikir dan shalawat dalam acara Sumsel Bershalawat pada rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang diadakan oleh Polda Sumsel, Selasa malam (04/10/2022). Acara ini juga tak lupa ikut mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan.


Tampak dengan senyuman kharismatik Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs.Toni Harmanto MH melangkahkan kaki bersama penceramah inspiratif Ustadz Das’ad Latif yang sudah dinanti-nanti oleh segenap jama’ah.


Hadir juga Pangdam II / Sriwijaya Mayjend TNI Hilman Hadi SIPl MBA Mhan, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK SH MH, Wakil Ketua DPRD Sumsel Kartika Sandra Desi SH, Kaban Kesbangpol Sumsel Dr. H. Sunarto, Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Sigit Prasetyo, Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko, Ketua MUI Prov Sumsel Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar MA PJU Polda Sumsel, Kasatwil jajaran Polda Sumsel, Kapolres dan Kapolrestabes se Sumsel, Para Pimpinan Ponpes Sumsel dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny Jessika Toni Harmanto Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny Diana Rudi Setiawan, beserta pengurus Bhayangkari Daerah Sumsel lainnya.


Semakin meriah dan memukau sebelum acara inti turut tampil Hadroh Aulia Musthofa yang tak lain kesemuanya personel Bintara Polda Sumsel yang dibina langsung oleh Bapak Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs.Toni Harmanto MH dan Ibu Bhayangkari Ny Jessika Toni Harmanto serta dilanjutkan Pembacaan Ratib Alhaddad dipimpin oleh Ustadz Amak Shahab.


Kaban Kesbangpol Sumsel Dr. H. Sunarto disela kesempatan menyampaikan, “Jika selama ini kita melihat polisi dengan kegiatannya di lapangan namun sangat berbeda saat para polisi tampak piawai bermain hadroh, keren dan mengesankan, semoga terus berkelanjutan!”.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengajak kepada seluruh masyarakat Sumsel agar meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari terutama personel Polri di lingkungan Sumsel dalam mengimplementasikan nilai-nilai Polri PRESISI yang mengayomi dan meningkatkan Kamtibmas yang kondusif sehingga masyarakat menjadi produktif.


Tuntunan Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan ketenangan dan kemajuan dalam peradaban. Melalui dengan senantiasa bershalawat kepadanya, kita akan mendapatkan syafaat nya.


Sosok orang nomer satu di Bhayangkara Sumsel ini berharap kegiatan ini sebagai ikhtiar untuk terus mendoakan dan menjaga Sumsel Zero Conflict, Aman, Damai dan Sejahtera dalam Lindungan Allah SWT serta mewujudkan Sumsel Mandiri Pangan dengan sinergi semua pihak.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat, lantunan shalawat dan alunan hadroh Aulia Musthofa yang menggetarkan lantai tujuh gedung PRESISI Polda Sumsel apalagi disaat dibawakan lagu Tholaal Badru dan Marhaban Ya Rasulullah, semua jamaah tampak menyatu dalam resapan gegap gempita cinta Rasul, anugerah kehidupan lahirnya sang penunjuk arah serta teladan seluruh alam.

READ  Jajaran Manajemen PLN se-Kota Palembang Siaga Kelistrikan Ramadan dan Idul Fitri 1446 H Bersama Dirut PLN


Dengan penuh energik Ustadz Das’ad Latif menyampaikan tausyiah nya,
Innallaha wa mala ikatahu yusalluna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladzina amanau shallu ‘alahi wa sallimu taslima”.


Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.


Surah Al Ahzab ayat 56 ini mengajak kita bahkan para Malaikat pun untuk banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud rasa cinta atas semua pengorbanan beliau dalam menegakkan cahaya kebenaran di muka bumi.


Tak kalah penting, kita harus memperkenalkan sejarah kelahiran hingga wafat nya Nabi agung kita yang memuat banyak hikmah dan inspirasi kehidupan kepada keluarga kita, terutama generasi muda kita.


Sosok mulia ini lahir pada 12 Rabi’ul Awal di Tahun Gajah 571 Masehi, ayahnya Abdullah wafat sebelum Rasulullah SAW lahir sedangkan ibunya Aminah merupakan keturunan dari seorang pemimpin Bani Zuhrah, yang bernama Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab.

Dinamakan tahun Gajah, karena kelahiran Nabi Muhammad SAW pada saat pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ingin menghancurkan kakbah namun dihentikan oleh Allah melalui pasukan burung ababil yang membawa bebatuan kerikil panas dari neraka. Peristiwa bersejarah ini direkam dalam surah Al Fiil.


Umur enam tahun menyusul Ibu nya wafat lalu Nabi Muhammad dibesarkan oleh pamannya Abu Thalib dengan produktivitas nya sebagai penggembala kambing dan pedagang. Bahkan di usia sangat belia 12 tahun Rasulullah SAW diajak kakeknya Abdul Muthalib melakukan kegiatan perdagangan ke luar negeri, eksportir-importir yaitu negeri Syam meliputi Suriah, Yordania, Palestina, dan Lebanon saat ini
Lanjut oleh Ustadz Das’ad Latif, Dari sini kita bisa memetik pelajaran penting bahwa Nabi Muhammad SAW pribadi yang sabar, penuh rasa syukur, mengayomi dan jujur. Semuanya ini jika diteladani akan menjadikan citra Polri PRESISI semakin bersahabat dengan masyarakat. Karena kita tidak bisa membayangkan jika satu menit saja Polisi tidak ada, maka negara kita akan tidak ada juga.

READ  Kapolda Sumsel Silaturahmi ke Tokoh Agama Habib 


Ustadz Das’ad Latif juga mengatakan bahwa momentum Sumsel Bershalawat bersama Polda Sumsel dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bentuk konsistensi Polri di ruang lingkup Sumsel untuk meneladani akhlak manusia agung Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan tugasnya yang bernafaskan Tri Brata dan Catur Prasetya untuk masyarakat serta momentum kita semua untuk melahirkan keteladanan baru di lingkungan sekitar kita. Menjadi rahmatan lil ‘alamin, tetap mengikuti prosedur untuk naik dalam karir jabatan, selalu humanis serta mengedepankan integritas dalam setiap layanan publik.


Di usia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama tepat di tanggal 17 Ramadhan 13 SH/6 Agustus 610 M, selama 23 tahun secara bertahap.

Sementara itu, Thoriq Amrillah, Mahasiswa UIN Raden Fatah yang mengikuti acara Sumsel Bershalawat juga mengapresiasi, “Ini pertama kali saya bersama teman menaiki gedung utama PRESISI Polda Sumsel ini yang selama ini tampak megah dan perkasa terlihat dari jalanan diluar.

Penampilan hadroh dari Polda Sumsel sangat berbeda tak kalah dengan santri yang sudah terbiasa. Apalagi menghadirkan penceramah fenomenal dan humoris seperti Ustadz Das’ad Latif.


Kami berharap akan banyak sinergi Polri dengan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat . Ada banyak polisi baik bahkan siap pasang badan demi keselamatan masyarakat banyak, jangan sampai selama ini kita hanya diserbu dengan pemberitaan yang negatif saja.”


Seperti yang kita ketahui bahwa wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW di gua Hira Mekkah yang berbunyi ‘iqra’ yakni ‘bacalah’, pesan kuat bahwa seluruh umat manusia harus membaca banyak hal dalam kehidupan, how to know anything. Sehingga dengan itu akan mampu memahami serta memiliki ilmu pengetahuan dan kompetensi untuk membangun peradaban.

Hal inipun instansi POLRI terus membaca setiap laporan masyarakat baik secara langsung maupun di media sosial untuk berusaha mengayomi dan bergerak cepat baik itu mengenai pungutan liar, tindakan kriminal, KDRT, pembegalan, program vaksinasi, bakti sosial, safari Jum’at, penanganan banjir di wilayah yang rawan hingga memberikan sentuhan langsung ke lapisan akar rumput masyarakat.

(Danaz)