Quality Time Generasi ‘Pacak Galo-Galo’, Prestasi Penting-Ukhuwah Dakwah Ilmiah itu Everything

Coga News166 Dilihat

Pakies, Lumbung nya Mahasiswa Berprestasi dan Produktif

Coganews.co.id | Palembang – Akhir pekan saatnya menghabiskan waktu untuk seru-seruan, healing atau bisa juga ‘kondangan’ bestie maupun keluarga. Namun hal beda dilakukan oleh Badan Semi Otonom (BSO) Pusat Kajian Ekonomi Islam (Pakies) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Fatah Palembang, Minggu, (13/11/2022).

Menyambut mentari cerah di pagi hari yang sejuk, Presiden Pakies Yudi Aprianto bersama Sekjen Mareta Fitriyani dan seluruh kader Pakies sudah duduk rapi mengadakan serasehan Quality Time dengan tajuk Merajut Ukhuwah Memperat Kekeluargaan bertempat di pinggir danau didepan stadion Jakabaring Sport Center (JSC).

Dengan narasumber Dandi Nazor, SE yang merupakan CEO Sinergi Istitute dan Founder Forum Kito Pacak serta juga alumni Pakies membahas banyak hal tentang ‘Prestasi Penting, Dakwah Ukhuwah Ilmiah itu Everything’.

Kegiatan ini berjalan dengan khidmat namun tetap interaktif, narasumber menyampaikan bahwa Pakies identik dengan generasi Pacak Galo-Galo, karena jikalau Gubernur Sumsel H. Herman Deru mempunyai program unggulan Sumsel Lumbung Pangan maka disini merupakan lumbung para kader yang berprestasi dan selalu produktif, dibuktikan terbaru Pakies memboyong banyak piala juara di Shariah Economic Event (SEE) UIN Raden Intan Lampung 19-21 Oktober lalu.

READ  Pj Bupati Apriyadi Bedah Rumah Susi Susanti

Kerennya di organisasi ini selalu bernafaskan Dakwah, Ukhuwah dan Ilmiah.

Sebelum memberikan ‘daging’ materinya Danaz sapaan akrab narasumber, ia mengapresiasi banyaknya kader-kader Pakies mendapatkan beasiswa bahkan Sekjen Pakies Mareta Fitriyani terpilih menjadi Pemuda Berprestasi Sumsel 2022, ini suatu kebanggaan yang amat menginspirasi, semoga kedepannya akan lebih banyak lagi darisini.

Dandi menyampaikan bahwa dakwah yang memiliki makna terminologi yakni ‘deliver eventough one ayah’ menyampaikan atau mengajak untuk sesuatu yang penting meskipun satu ayat. Bisa dakwah bil lisan seperti ceramah, seminar,konten kreatif, kajian quality time seperti hari ini. Bil hal, memberikan teladan secara langsung dan dakwah bil qolam ini sangat relate sama kader-kader Pakies dan Mahasiswa secara keseluruhan dakwah melalui karya-karyanya tulisan maupun desain grafis menarik bisa di koran, jurnal, blog, majalah maupun mading kampus dan media-media sosial lainnya.

Sementara itu di era 5.0 ini penting juga anak-anak muda untuk menguatkan ukhuwah menuju sinergi (silaturahmi energi) lintas organisasi, kampus bahkan daerah apalagi Pakies yang akan menjadi tuan rumah Munas FoSSEI mendatang sangat perlu sinergi ke semua pihak.

Sehingga impact nya ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan antar sesama anak bangsa), dan ukhuwah Basyariyah atau Insaniyah (persaudaraan antar sesama umat manusia) tak pernah terputus, bisa saling menguntungkan satu sama lain.

READ  Dies Natalis Ke-39, Polsri Kejar Kerjasama tingkat Internasional

Nah, titik kulminasinya sebagai sosok insan
intelektual, kader-kader Pakies-FoSSEI harus menyampaikan semua itu secara ilmiah dan mudah dimengerti sehingga 5 peran pemuda dan mahasiswa yakni, Agent of Change,  Guardian of Value, Iron Stock, Moral Force dan Social Control bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Dandi Nazor SE, mengajak para Kader Pakies untuk menjadi payung meskipun tidak bisa menghentikan hujan namun bisa mempersiapkan untuk segala tantangan dan rintangan didepan. Terutama menyambut bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045, dimana diharapkan kader-kader Pakies akan bisa banyak berbicara sekaligus berbuat banyak untuk kemajuan peradaban bangsa dan umat dengan leading sector nya ekonomi dan pemberdayaan umat. That’s fine, bukan tidak mungkin kader-kader Pakies akan menjadi Gubernur, Menteri, bahkan Presiden di masa yang akan datang.

Menjadi Mahasiswa dan kader yang tidak hanya meramaikan saja namun ‘pacak’ mewarnai kampus dengan karya dan kontribusi, hilangkan insecure untuk berani tampil dan tagline Pakies Pacak Galo-Galo harus diaktualisasikan dalam setiap gerak langkah.

(Danaz)