Prof. Said Aqil Husin Al Munawar Dalam Acara Haul Hj. Syafinar Berlian

Coganews. Co.Id. Jakarta. Acara Haul ke 3 wafatnya Hj. Syafinar Berlian Binti H. Zakir Boneh diadakan tadi malam, Rabu, 1 Februari 2023, oleh keluarganya di kediaman di daerah Bambu Apus Jakarta, sangat meriah dan khidmat. Tidak kurang 5 ribu jama’ah yang hadir datang dari penjuru Jabodetabek. Bahkan dari luar daerah, Palembang dan Malang.

Dalam acara Haul kali ini Tuan Rumah, H. Supyan Abdurrachman mengundang penceramah Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah dan IIQ (Institut Ilmu Al Qur’an) Jakarta, Prof. DR. KH. Said Aqil Husin Al Munawar, MA, guna memberikan tausiyah kepada keluarga dan jama’ah yang hadir dalam acara tersebut.

Said Aqil yang juga pernah menjadi Menteri Agama (2001-2004) di awal ceramahnya mengatakan, Manusia ciptaan Allah yang sangat sempurna, diantaranya diberikan panca indera, antara lain, bisa melihat, bisa mendengar dan merasakan. Ketika manusia menyatakan iman kepada Allah. Maka mau tidak mau manusia harus diuji untuk melihat tingkat keimanan seseorang. “Ada orang diuji dengan kesenangan. Itu namanya Rahmat/nikmat, dan ada yang diuji dengan yang tidak enak. Ini namanya azab”, katanya.

READ  Bupati Banyuasin Tandatangani Nota Kesepakatan Satu Data Indonesia Bersama Gubernur Sumsel dan BPS RI

“Ketika kita mendapatkan Rahmat, kita senang, keluarga kita senang dan teman kita senang. Begitu juga sebaliknya”, jelas Aqil dalam bahasa yang sangat komunikatif.

Prof. Aqil dalam konteks kematian menjelaskan, bahwa kematian bagi orang beriman adalah nikmat. Orang sedang terlelap tidur terasa begitu nikmat. Ruhnya sedang diambil Allah. Kemudian dikembalikan lagi oleh Allah, orang itu bangun. Begitu juga kematian, orang itu tidur panjang. Menikmati tidur, di alam kubur. “Ini juga nikmat Allah, maka kematian tidak perlu ditakuti”, katanya memberi tutorial kematian.

“Kita masih bisa bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan orang yang telah meninggal, dalam bentuk memberikan amal ibadah yang kita lakukan untuknya. Kita bershodaqoh, beramal dan berdo’ah khusus kita kirim kepadanya. Ini akan sampai kepadanya”, paparnya.

READ  Gerak Cepat Ratu Dewa Atas Infrastruktur Jalan Dan Banjir Menggambarkan Pemimpin Yang Peka Atas Persoalan Rakyatnya

“Dalam Hadits, dikatakan: Apabila manusia meninggal terputus amal ibadahnya, kecuali 3, yaitu, Shodaqoh Jariyah, Ilmu yang Bermanfa’at dan Anak yang Soleh selalu mendo’akannya”, katanya dengan menyinggung hadits-hadits lain konteksnya amal yang terus mengalir, termasuk mendirikan Masjid dan Rumah Singgah.

Dalam Acara Haul yang diadakan bersamaan dengan Peringatan 3 tahun berdiri Yayasan Rubath Nurul Fajri ini, diadakan pemberian santunan kepada Anak Yatim Binaan yang rutin setiap bulan menerimakan bantuan dari keluarga H. Supyan Abdurrachman. (Azkar Badri)