Tablig Akbar Qasidah Munsyida Ria dan KH Fikri Haikal Hadir Memperingati HUT Muratara ke 10.

Coga Religi124 Dilihat

COGANEWS.CO.ID |MURATARA – HUT Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ke-10 di ahiri dengan Kegiatan Pemerintah Kabupaten Muratara digelarnya Tabligh Akbar Nada dan Dakwa dengan menghadirkan Grup Qasidah Putri Munsyida Ria dari Semarang dan Dai kondang KH Fikri Haikal sebagai penceramah.

Kegiatan acara yang digelar dihalaman depan kantor Bupati Muratara Selasa (20/6/2023).

Dihadiri langsung oleh Wakil Bupati H.Inayahtullah, para OPD, Camat Kepala Desa, Majlis Taalim dalam wilayah Kabupaten Muratara dan para tamu undangan.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Muratara H.Inayahtullah menyampaikan. ” Tabligh akbar hari ini adalah rangkaian dari kegiatan HUT Muratara yang ke-10 dengan menghadirkan Ustad K.H Fikri Haikal sebagai penceramah “.

Kabupaten Muratara yang sudah berusia 10 tahun ini diakui atau tidak,bawah Kabupaten Muratara sudah banyak perubahan dan jauh berubah, ini atas dukungan seluruh masyarakat Muratara. Ujar Wabup.

READ  Jum'at Curhat, Masyarakat Pesisir Akan Turut Berpartisipasi Dalam Menjaga Kamtibmas

Dengan kepemimpinan H.Devi Suhartoni – H.Inayatullah yang sudah memasuki tahun ke tiga.

Dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Muratara dan seluruh jajaran SKPD serta Sekda , kepala desa bersama masyarakat untuk mengubah Kabupaten Muratara ini,yang benar-benar apa yang menjadi kebijakan dari pemerintah itu selalu memperhatikan masyarakat, tentunya rasa syukur ini Kami persembahkan dengan salah satu rangkaiannya adalah mengundang grup Qasida Munsyida Ria dirangkaikan dengan Nada dan Dakwa dengan menghadirkan Bapak K.H Fikri Haikal.

Dalam ceramahnya Ustadz K.H Fikri Haikal mengungkapkan, sebagai umat islam agar kita mampu mengenal sosok ketaladanan, kedisiplinan perjuangan, semangat pantang menyerah serta kepribadian yang sempurna pada diri Nabi Muhammad SAW.

Ustad Fikri juga menjelaskan bahwa kita saat ini baru mengakui umat Nabi Muhammad saw, tapi belum bisa mengikuti Sunnah Nabi, artinya kita bukan hanya mengenal saja, tapi harus menjalankannya.

READ  Silaturahmi Syeihk Muhammad Jaber ke kediaman Wabup Muratara

Dia juga menyebut,sebagai umat islam kita hanya menjalankan kewajiban terutama laporan kepada Allah SWT 5 Kali sehari dengan sholat lima waktu.

“Jika Sholat dilakukan dengan khusuk dimanapun kita berada, maka kita akan merasakan kehadiran Allah swt “. Ujar Ustadz Fikri.

Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai bentuk rahmatan lilalamin dan rasa kasih sayang, karunia, dan nikmat yang diberikan kepada makhlukNya di seluruh alam semesta .

Rahmatan lil alamin menunjukkan bahwa kehadiran Rasulullah di tengah kehidupan masyarakat mewujudkan rasa kedamaian dan ketentraman bagi alam semesta dan manusia tanpa membedakan agama, suku, dan ras. Rasulullah menjadi rahmat bagi Alam semesta. Terangnya (AAN)