COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyalurkan bibit bawang merah dan benih padi.
Bibit untuk menunjang program Sumsel mandiri pangan, sebanyak 10 ton bawang merah dan 1000 hektar untuk lahan benih padi.
Jumlah tersebut tersebar di tujuh kecamatan wilayah Kabupaten Muratara.
“Budidaya bawang merah berkelanjutan 10 ton. Benih padi bantuan Kementerian Pertanian untuk 1000 hektar,” ujar Kepala Dispertanikan Ade Meiri Siswi Senin, 26 Juni 2023.
Ade mengatakan, saat ini semua petani sedang menggarap lahan. Perkiraan Petani bawang merah panen Agustus dan penghujung September.
“Saya berharap kepada penerima bibit bawang maupun benih padi. Bisa memanfaatkan dengan baik, inilah cara pemerintah membantu ekonomi masyarakat selain bantuan uang,” ujarnya.
Ini penting saya sampaikan, karena masih banyak petani yang lain belum berkesempatan menerima bantuan ini.

Tahun ini pemerintah ada fokus empat komoditas. Empat komoditi tersebut bawang merah, cabai merah, padi dan jagung.
Ade menyebutkan, program nasional fokus lumbung pangan fokus pada GSMP. Sementara Kabupaten Muratara fokus pada empat komoditi untuk basis GSMP.
“Di Sumsel ada dua inovator yakni inovator UMKM dan inovator GSMP. Kalau Muratara sudah berjalan yakni bawang merah, hasilnya sangat baik,” katanya.
Program penguatan GSMP ini tujuannya mengatasi dampak resesi ekonomi dan mengoptimalkan lahan tidur agar lebih produktif.
Kita akan membuat dua desa percontohan dan saat ini masih di survei desa mana yang bisa memenuhi kriteria. Tentunya masih di fokuskan di satu kecamatan yakni di Rawas Ulu,” katanya.
Sementara itu Bupati Muratara, H Devi Suhartoni program GSMP yang di gabungkan Gubernur H Herman Deru betul betul untuk di lakukan.
Ia memastikan kualitas bawang merah tidak ada bedah kualitas dengan di luar Kabupaten Muratara.
“Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya basis masyarakat tani. Saya sangat optimis hasil tani maksimal,” tegasnya.
Ia meminta hasil panen jangan habis di jual, di anjurkan menjadi bibit, agar tidak menjadi ketergantungan dengan Pemerintah.
“Sebagian jadikan bibit untuk tanam kembali. Bisa juga di jual dengan pemerintah saja,” katanya.
Bantuan penunjang GSMP di harapkan dapat bergulir ekonomi, sehingga masyarakat tidak susah memenuhi kebutuhan.
Ia menjelaskan, selama ini menjadi kendala petani bawang, belum terealisasi bantuan alat excavator pembukaan lahan.
Pembelian alat barat cukup mudah, namun Bupati memastikan bakal membuat masyarakat gaduh, karena semua ingin praktis dan cepat.
“Nanti rusak, siap yang tanggung jawab. Antar Desa saling cemburu karena belum berkesempatan pinjam alat berat,” ujarnya.
Bupati mengharapkan dapat membuka kesadaran masyarakat, bahwa sektor pertanian mempunyai peluang besar dan bernilai ekonomis.
“Saya mengharapkan ini diseriusin, jangan hanya tebar bibit, sudah itu selesai. Tapi harus dirawat sampai panen dan jadi uang,” katanya.
Kades Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya Dobi Arisandi menambahkan, masyarakat merasa terbantu dengan pemberian bibit bawang merah maupun benih padi.
“Tak hentinya, desa ini banyak mendapat bantuan, baik bibit maupun alsintan dan irigasi,”katanya.
Sambungnya, saya berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bantuan, mumpung di berikan secara gratis. (AAN)








