Dorong Industri Kecil Menengah Kota Palembang, Plt Asisten II Buka Pelatihan Kerajinan Lukis Lacquer

Palembang – Pj Wali Kota A Damenta melalui Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Indawan secara resmi Membuka Pelatihan Kerajinan Lukis Lacquer Khas Palembang di Kebon Gede Venue Teratai, Jalan Sultan Moh Mansyur, Rabu (13/11/2024).

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada para peserta agar memiliki kemampuan dalam pembuatan karya seni lukis lacquer, serta mendorong laju perokonomian Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Palembang.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari yakni 13 -14 November 2024 dan diikuti sebanyak 25 peserta.

Plt Asisten II Rudi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan terus berupaya meningkatkan kompetensi IKM.

“Pemberdayaan IKM menjadi penting dan strategis serta memiliki peran signifikan dalam penguatan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan bekerja di Kota Palembang,” ujarnya.

READ  Meriah! Warga Antusias Saksikan Balap Ketek di Desa Lumpatan

Ia berharap kepada Dinas Perindustrian untuk terus melakukan upaya pembinaan dan pengembangan IKM dilaksanan dengan berkelanjutan dengan berbagai strategi.

“Salah satunya dengan pelatihan,” ucap Rudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Korlena mengatakan, para peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas. Seperti bahan praktek, alat tulis kantor, konsumsi dan uang transport.

Dikatakanya bahwa banyak ragam seni budaya yang ada di Kota Palembang merupakan akulturasi dari berbagai budaya baik itu dari tiongkok, jazirah arab dan lain- lain.

Sehingga muncul seni budaya yang ada di Kota Palembang saat ini.

“Kerajinan- kerajinan ini salah-satunya lukisan lacquer kemungkinan sama dengan songket sudah ada sejak zaman kerajaan sriwijaya, berkaitan dengan ornamen-ornamen dan juga motifnya,” kata Korlena.

READ  Jelang Idul Fitri, Komisi XII DPR RI Pastikan Kesiapan Energi di Sumatera

Ia menuturkan bahwa seni lukis lacquer hanya ada di Kota Palembang dan memiliki ciri khas tersendiri, tidak ada di daerah lain.

“Pelatihan ini tidak hanya membentuk produk barang dagangan saja, tapi juga menjaga seni budaya kita khas palembang, dan diharapkan tidak akan punah,” bebernya.